Larangan Peredaran Miras Diberlakukan

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel) menegaskan larangan peredaran dan penjualan miras di Indonesia sudah mulai diberlakukan, termasuk di Babel sendiri. Hal ini diungkapkan Kepada Disperindag Babel, Yuliswan, Kamis (23/4) kemarin.
“Saat ini Babel sudah menerapkan surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang larangan peredaran miras berkadar nol hingga lima persen, dan Disperindag Babel sudah menindaklanjuti SK tersebut,” ujarnya.
Yuliswan menjelaskan, Mendagri sudah merevisi Permen Nomor 20 tahun 2014 yang diganti dengan Permen Nomor 6 tahun 2015, dimana isinya mengatur tentang larangan pengedaran miras dengan kadar tertentu dan telah disahkan pada bulan Januari 2015 dengan tenggang waktu selama tiga bulan, baik untuk pedagang, pengecer atau minimarket.
“Ada instruksi juga untuk kita agar segera menarik dan memusnahkan miras serta tidak mengedarkan lagi minuman haram itu, dan pedagangan, pengecer atau minimarket diberi masa transisi hingga tanggal 16 April 2015 kemarin,” terang Yuliswan.
Untuk pengawasan dari Disperindag Babel sendiri, ditambahkan Yuliswan, pihaknya akan melibatkan kepolisian, Satpol PP dan pihak keamanan lainnya serta PPNS yang ada dilingkungan Pemprov Babel. Jika dalam pengawasannya masih ada ditemukan pedagang, pengecer maupun minimarket yang membandel, Yuliswan menegaskan pihaknya tak segan memberi sanksi pencabutan izin.
“Ada sanksi dalam SK permen tersebut, dan pedagang mau tidak mau harus mentaatinya, meskipun penduduk kita banyak china, dan masih membutuhkan minuman ini untuk sembahyang, namun karena banyak disalahgunakan oleh masyarakat harus tetap kita ikuti aturannya,” tutup Yuliswan. (eza)

Baca Juga:  Ibrahim : Publik Menunggu Debat Berikutnya

Rate this article!
Tags:
author

Author: