Layakkah Pemda terima PAD Rp 10 M?

by -

TANJUNGPANDAN – Anggota DPRD Kabupaten Belitung Fraksi Kebangkitan Demokrat Wahyu Afandi menyentil pertambangan pasir di Belitung. Ia mempertanyakan pajak 10 miliar pertahun yang yang didapat daerah, apakah sebanding dengan kerusakan lingkungan.

“Apakah sudah sebanding dengan kerusakan yang dialami oleh lingkungan yang dialamai Kabupaten Belitung yang kita cintai ini,” kata Wahyu dalam sidang paripurna penyampaian pandangan umum fraksi, Senin (7/9) kemarin.

Menanggapi ini, Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan harus ada pengkajian lebih dalam untuk membandingkan pajak dan kerusakan yang didapat. Dalam hal ini tidak boleh asal sebut. Perlu keakurasian jawaban, maka harus dilakukan dengan pengkajian khusus.
Meski demikian, pemerintah tidak lantas diam saja. Untuk meminimalisir kehilangan potensi pajak, pemda melakukan upaya mengoptimalkan penerimaan pendapatan paak daerah dari objek bahan mineral bukan logam dan batuan. Yaitu antara lain pasir, kaolin, granit pecah, granit balok, pasir bangunan, pasir kuarsa, dan tanah urug. (ade)