Lelah Sidang Maraton Hingga Tengah Malam, Amel Pingsan

by -
Lelah Sidang Maraton Hingga Tengah Malam, Amel Pingsan
Terdakwa Amel tiba-tiba pingsan sekira pukul 23.30 WIB saat pemeriksaan saksi ke-8.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, menolak eksepsi yang diajukan Tim Kuasa Hukum terdakwa Syarifah Amelia (Amel). Hal itu disampaikan saat sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (25/11) kemarin.

Putusan dari hakim menguatkan dakwaan dari Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kejari Beltim). Yakni mendakwa Amel dengan Pasal 187 Ayat 2 Juncto Pasal 69 Huruf C Undang-undang (UU) Nomor 10 tahun 2016, Tentang Perubahan Kedua UU Nomor 1 Tahun 2015, Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang.

Oleh karenanya, sidang perkara dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu dalam kampanye Pilkada Beltim itu, dilanjutkan dengan agenda pembuktian. Dalam agenda tersebut, sebanyak sembilan orang saksi dimintai keterangan. Mereka adalah Haris Alamsyah, Indra, Rudi JW, Edy, Yurdani, Aulia, Rizal, Suryanto dan Susandiarno.

Rudi JW sebagai pelapor dalam kasus ini menjelaskan, awalnya dia bersama Aulia dan Susandiarno melihat video orasi Amel di media sosial Facebook Tim BERKAR. Kata Rudi dalam video itu, terdapat kalimat yang diduga menghasut.

Pasalnya, pada saat melakukan orasi Amel menyebut kalau bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang adalah nomor…? Lantas, para audiensi (masyarakat) menyebutkan, nomor satu. Setelah melihat hal tersebut dia melaporkan ke Paslon 02 (Yuri dan Anca).

“Saya lapor ke Calon Bupati (Yuri,red), lalu saya melihatkan video tersebut. Setelah itu katanya ya tidak apa-apa silahkan lanjutkan untuk melaporkan ke Bawaslu,” kata Rudi di hadapan Hakim Ketua Himelda Sidabalok, didampingi Hakim Anggota Anak Agung Niko Brahma Putra dan Rino Ardian Wigunadi.

Setelah mendapat restu untuk melaporkan kasus ini, Rudi langsung mencari informasi. Seperti kapan kejadian dan di mana lokasi Amel saat orasi. Setelah itu, Rudi mendownload video berdurasi kurang dari satu menit tersebut.

Usai mendapatkan bahan video orasi, akhirnya Rudi yang juga bagian dari tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuri-Anca, melaporkan temuan tersebut ke Bawaslu Kabupaten Beltim.

Selain itu, dasar Rudi melapor lantaran kesal dengan orasi Amel yang menyudutkan pasangan calon 02. Namun, dalam fakta persidangan kemarin, Rudi pun sempat kehilangan fokus saat Tim Pengacara Amel mengajukan beberapa pertanyaan.

Salah satu yang diajukan Marihot Tua Silitonga (salah satu pengacara) mengenai kapan dan waktu serta tata cara mendownload video. Dengan nada gugup, Rudi menjelaskan, awalnya mendownload aplikasi di play store. Hingga akhirnya mengunduh video itu. Hal sama juga diungkapkan oleh saksi Aulia dan Susandiarno.

Sementara itu menanggapi pernyataan ketiganya, terdakwa Syarifah Amel mengaku keberatan. Sebab wanita berjilbab ini menegaskan, tidak pernah melakukan penghasutan terhadap pasangan calon lain.

“Apa yang saya kampanyekan saat itu murni dari hati saya sendiri. Saat itu saya hanya berharap pilkada di Beltim berjalan bersih,” kata Amel di hadapan hakim dan masyarakat yang hadir dalam persidangan.

Agenda sidang pun digelar secara maraton dimulai siang hari dan sempat diskors sebanyak dua kali. Bahkan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya belum juga selesai hingga larut malam dan terpaksa dihentikan.

Pasalnya, sekira pukul 23.30 WIB terdakwa Amel tiba-tiba pingsan saat pemeriksaan saksi ke-8 yaitu, Rizal Ketua KPU Beltim. Amel pingsan diduga karena kelelahan, mengingat persidangan sendiri dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Tanjungpandan Rino Adrian mengungkapkan, sidang dilaksanakan secara maraton lantaran mengejar waktu. Karena, dalam sidang ini diberikan batas waktu selama tujuh hari kerja. “Sidang kita hentikan karena terdakwa sempat pingsan dan dilanjutkan besok (Kamis) pagi,” kata Rino Adrian. (kin)