Lem Aibon Lebih Bahaya Dari Narkoba

Ilustrasi

* Serang Saraf Otak, Timbulkan Waham

TANJUNGPANDAN – Dalam rentang waktu berjalan dari tahun 2018 ke 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung menemukan dua kasus pembunuhan yang dipengaruhi zat adiktif seperti lem aibon.

RajaBackLink.com

Pertama peristiwa ini terjadi di Jalan Padat Karya, Dusun Asam Lubang, Desa Air Merbau, Juli 2018 lalu. Di lokasi itu, seorang cucu nekat menghabisi nyawa neneknya.

Lebih tragis lagi, selain dibunuh korban juga diperkosa hingga berkali-kali. Sebelum melakukan pembunuhan tersebut, pelaku berinisial ST mengkonsumsi aibon.

Peristiwa kedua, terjadi di Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Jumat (4/1) lalu. Pasangan suami istri yang merupakan petani, dihabisi oleh kerabatnya sendiri.

Keduanya dibunuh lantaran pelaku tak dipinjami kendaraan miliknya.
Tersangka berinisial BD alias U, melakukan pembunuhan ini pada saat kondisi mabuk.

Sebab, sebelum melancarkan aksinya, dia mengkonsumsi minuman miras arak dan aibon terlebih dahulu.
Plt Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung Dahnial Sip, mengaku prihatin dengan ada kasus yang terjadi di Negeri Laskar Pelangi.

Yakni adanya orang yang menghabisi korbannya lantaran dipengaruhi lem Aibon.

“Adanya kasus yang terjadi di Membalong, menambah jumlah daftar kasus pembunuhan yang disebabkan oleh pengaruh aibon,” ujar Dahnial kepada Belitong Ekspres, Selasa (15/1) kemarin.

Untuk mencegah kasus kembali terjadi, pemerintah maupun masyarakat harus memiliki peran aktif, untuk memberantas penyalahgunaan zat adiktif tersebut. Misalnya dari pemerintah harus gencar melakukan razia.

Seperti yang dilakukan Aparat Kepolisian dan Satpol PP. Selain itu, harus banya sosialisasi ke sekolahan maupun di lingkungan masyarakat terkait zat adiktif.

“Sementara tindakan dari BNN Kabupaten Belitung, yakni melakukan rehabilitasi,” kata Dahnial.

Dahnial menjelaskan, dampak yang ditimbulkan zat adiktif lebih bahaya dibanding dengan narkoba seperti sabu-sabu. Sebab, saat manusia mengkonsumsi aibon, maka racun akan langsung menyerang ke saraf otak manusia.

Kemudian efeknya, membuat seseorang berhalusinasi secara berlebihan, dan menjadi malas. Bahkan, dampak yang paling berbahaya yakni menimbulkan (waham) semacam bisikan-bisikan untuk berbuat negatif.

Hal negatif tersebut, seperti membuat pecandunya akan melakukan pembunuhan dan bunuh diri, akibat bisikan-bisikan pengaruh aibon. Dan hal itu kata Dahnial sudah terjadi di Kabupaten Belitung.

“Selain dua kasus pembunuhan, di Belitung juga pernah ada kasus bunuh diri, yang disebabkan oleh aibon. Saat itu, korbannya hendak dibawa atau direhabilitasi ke Pangkalpinang. Namun, dia menolak dan memilih bunuh diri,” jelas Dahnial.

Dua kasus tersebut, merupakan dampak nyata, efek negatif yang ditimbukan oleh aibon. Bukan tidak mungkin, ke depan korbannya akan bertambah, jika hal tersebut terus dibiarkan.

“Untuk mengatasinya, selain peran dari pemerintah, seperti Kepolisian dan Pol PP, peran masyarakat juga dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

Misalnya jika menemukan saudara atau tetangga yang kecanduan aibon, langsung laporkan ke BNN. Nanti kami akan rehabilitasi,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kabag Ops Polres Belitung Kompol Haryo Basuki akan mengerahkan jajarannya untuk melakukan patroli rutin.

Bahkan, dalam waktu dekat akan menggelar razia. “Tujuannya, agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” katanya. (kin)

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply