Lepat Gede Maras Taun Selat Nasik Rekor Dunia

Direktur LEPRID Paulus Pangka memberikan penghargaan rekor lepat terbesar di dunia pada saat Maras Taun di Kecamatan Selat Nasik, Minggu (28/4).

Direktur LEPRID Paulus Pangka memberikan penghargaan rekor lepat terbesar di dunia pada saat Maras Taun di Kecamatan Selat Nasik, Minggu (28/4).

belitongekspres.co.id, SELATNASIK – Lepat sepanjang 2,8 meter dengan lebar 50 centimeter dan tinggi 18 centimeter, berat 120 kilogram yang dipamerkan saat acara Maras Taun di Kecamatan Selat Nasik, Minggu (28/4) kemarin, masuk rekor lepat terbesar di dunia.

iklan swissbell

Dalam hal ini, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan kepada Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, serta jajaran Camat Selat Nasik, yang menjadi pelopor terselengaranya Maras Taun, dengan adanya lepat terbesar.

Direktur LEPRID Paulus Pangka mengatakan, pemberian piagam dan piala kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung dan Kecamatan Selat Nasik lantaran rutin menggelar acara adat melayu setiap tahunnya.

Baca Juga:  Kurang 12 Jam, Polisi Ringkus Pencuri Hp

Salah satunya Maras Taun. Dia menjelaskan, dalam acara tersebut ada sesuatu yang unik. Yakni lepat terbesar yang baru pertama kali ditemui di dunia, dan hanya ada di Belitung. Sehingga dia memberikan penghargaan.

Dia menjelaskan, sebelum memberikan penghargaan dirinya sempat melihat langsung proses pembuatan. Mulai dari membuat anyaman, pencucian beras ketan, proses memasak yang menggunakan santan sudah diteliti.

“Dari hasil penelitian, pembuatan lepat ini sudah memenuhi kriteria. Apalagi dalam membuat lepat tidak melibatkan bahan plastik. Sehingga sangat ramah lingkungan dan sehat,” ungkap Paulus Pangka.

Pada acara Maras Taun di Selat Nasik sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan. Mulai ritual, pagelaran pernikahan adat melayu, tari Maras Taun, hingga ditutup dengan pemotongan lepat gede oleh Bupati dan Wakil Bupati Belitung.

Baca Juga:  Yusril Minta Kader PBB tak Terpengaruh Hasil Quick Count

Bupati Belitung H Sahani Saleh mengatakan, kegiatan Maras Taun di Selat Nasik mampu menyedot wisatawan. Mereka bisa berduyun duyung melihat secara langsung seni budaya Belitung di Pulau Mendanau itu.

Bupati Belitung berjanji akan terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Selat Nasik. Sehingga Pulau Mendanau ini bisa maju. Saat ini, kata pria yang akrab disapa Sanem sudah merencanakan tol laut di Selat Nasik.

Mengenai lepat gede yang mendapat rekor dunia, Sanem mengaku senang. Sebab, lepat Selat Nasik merupakan yang terbesar di Indonesia. Bahkan dunia. Tentunya itu merupakan penghargaan bagi Belitung.

“kita sudah diakui oleh dunia. Hal ini tak lepas dari acara Maras Taun. Untuk ke depan acara seperti ini akan terus dilaksanakan. Sebab, Maras Taun merupakan ritual turun temurun,”katanya. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply