LIDI 2015 Diproyeksikan jadi Menpora Cup

by -

*Pengurus BASRI dan Wabup Beltim Temui Menpora, Menteri Siap Membuka

TANJUNGPANDAN-Keseriusan Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) untuk menyukseskan penyelenggaraan Liga Desa Indonesia (LIDI) 2015 di Beltim, pantas  diapresiasi. Ketua BASRI Eddy Sofyan bersama sejumlah panitia LIDI 2015 dan pengurus BASRI Pusat, Jumat (26/6), kemarin bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Senayan Jakarta.
Eddy Sofyan kali ini menemui Menpora didampingi Wakl Ketum BASRI Nugraha Besoes, Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri mewakili Bupati Basuri T Purnama, panitia LIDI Evin Nardi, dan sejumlah panitia LIDI maupun pengurus BASRI.
 Eddy kepada Belitong Ekspres, Jumat tadi malam mengatakan, dalam pertemuan dengan Menpora  disampaikan hasil Rakornas BASRI yang digelar 15-16 Juni 2015 lalu di Beltim. Salah satunya, membahas penyelenggaraan LIDI 2015 yang hendak digelar 4 Agustus hingga 5 September 2015 dengan diikuti 33 tim dari 33 Provinsi di Indonesia. Bahkan drawing sudah ditentukan dengan hasil delapan grup.
Menurut Eddy, rencananya Menpora Imam Nahrawi akan membuka kompetisi LIDI 2015 ini. Lantas, kompetisi LIDI ini ada wacana diganti dengan nama “Menpora Cup”. “Pak Menteri juga siap untuk membuka dan bermalam di Beltim saat pembukaan, sekaligus meresmikan GOR Beltim,’’ papar Eddy kepada BE malalui jaringan telepon seluler, tadi malam.
Dikatakan Eddy, Menpora meminta agar hadiah untuk peserta disediakan yang menarik mungkin. Sangat dimungkinkan Menpora melalui dana APBN bisa mendukung kegiatan ini. “Pak Menteri juga sempat menanyakan kesiapan lapangan, panitia lokal hingga persiapan asrama (akomidasi,Red) untuk pemain dan offisial,’’ papar Eddy.
Disampaikan pula oleh Menpora yang dinilai Eddy sebagai keputusan spektakuler. Yakni, para pemain yang selama ini bermain di liga super dan divisi utama diperbolehkan mengikuti kompetisi “Menpora Cup” ini untuk mewakili provinsi masing-masing.
“Jika melihat hasil rakornas, aturan  pemain liga super dan divisi utama tak diperbolehkan ikut berlaga. Lantas, usia maksimal mengikuti kompetisi  23 tahun. Nah, Pak Menteri mintanya pemain bebas meski soal umur belum ditentukan pastinya,’’ ungkap Eddy.
Menanggapi perbedaan hasil Rakornas dan arahan Menteri, Eddy menjelaskan, pengurus BASRI dan peserta rakornas akan dikoordinir kembali untuk membahas dan merumuskan arahan Menpora. “Kita berharap ada titik temu antara hasil Rakornas dan arahan Menpora karena yang penting bagaimana LIDI atau Menpora Cup ini sukses berlangsung dan sepakbola Indonesia kembali bangkit,’’ papar Eddy.(kin/agu)