Likoran untuk Lailatul Qadar

by -

TANJUNGPANDAN-Ada yang unit di Belitung saat memasuki akhir-akhir bulan Ramadan. Masyarakat yang mayoritas suku Melayu ini menggelar tradisi  “Likoran”,. Tradisi untuk menyambut sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan itu disombolkan dengan menaruh lentera di setiap depan rumah. Di sejumlah titik termasuk di Kawasan Jalan Kebun Jeruk Desa Air Raya, tak sedikit menaruh lentera di rumah masing-masing.
Pantauan Belitong Ekspres di lokasi terlihat, rumah-rumah dihiasi dengan cahaya lentera yang berhana bakar maupun minyak tanah tersebut. Folosofi atau makna pemasangan lentera ini untuk menyambut sekaligus berharap kehadiran lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan (80 tahun).
Rusli salah satu warga sekitar mengaku, dirinya memasang lentera ini sejak H-10 menjelang Lebaran. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tradisi Belitung dari turun temurun. Lentera-lentera ini dinyalakan sebelum Salat Taraweh hingga Subuh.
“Sebanyak 10 lentera kami pasang di halam rumah. Kami memasang ini untuk melestarikan budaya Belitung, khususnya menjelang Lebaran,” ujar Rusli kepada Belitong Ekspres, Minggu (12/7) malam lalu.(kin)