Lirik Budidaya Cabe Merah

by -

LUBUK BESAR – Budidaya cabe merah lado yang bernilai ekonomis mulai dilirik para petani di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) lantaran singkatnya masa tumbuh dengan hasil panen cabe merah lado yang menggiurkan, bahkan menjadi solusi masyarakat mendongkrak perekonomian di pasca timah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Bateng, Mahmudin mengakui, bahwa saat ini pemerintah melalui DPP sedang memperluas lahan komoditi holtikultura mulai dari bawang merah, sayur mayur, cabe merah, hingga jeruk keprok yang dimaksudkan untuk menekan inflasi.
“Untuk lahan cabe merah Poktan dari 13 hektar pada 2014 menjadi 28 hektar pada 2015 ini. Hal ini menunjukkan, jika cabe merah saat ini memiliki peluang bagus, harga dan pansa pasar yang tinggi pula,” ujar Mahmudin seusai menghadiri panen raya cabe merah lado milik Poktan Citra Trubus di Desa Nadi Kecamatan Lubuk Besar, Kamis (30/7) kemarin.
Diungkapkan Mahmudin, usia tumbuh yang singkat dan panen yang cepat tentunya menjadi indikator ketertarikan petani untuk membudidayakan cabe merah lado ini. Bahkan jika tanam cabe dirawat dengan baik, maka sebatang cabe bisa menghasilkan panen mencapai 1,2 kg atau lebih.
“Dari awal tanam, cabe merah lado pun sudah bisa panen raya pada usia 120 hari atau 4 bulan. Hanya saja, dalam per hektare diperkirakan akan memakan biaya sekitar Rp80 juta. Namun jika sudah panen raya dan menghasilkan setidaknya 10 ton maka kelompok tani menuai hasil sekitar Rp350 juta dengan perkalian Rp35 ribu/kg yang dihargai pengepul saat ini,” katanya.
Ia menambahkan, saat menjelang hari Raya Idul Fitri 1436 H baru-baru ini, harga cabe diluar Pulau Bangka contohnya di Sumsel tembus di pasaran pada harga Rp100 ribu sementara di Bateng harga cabe stabil pada harga Rp60 ribu sehingga laju inflasi cabe Bateng khususnya sudah bisa ditekan. “Kita berharap semoga pengembangan lahan cabe di Bateng secara optimasl bisa mengurangi ketergantungan impor cabe dari luar Pulau Bangka selain dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” harapnya.
Sementara Ketua Poktan Citra Trubus, Liong Tet Choi yang akrab disapa Achoi mengaku berhasil memanen perdana cabe merah jenis lado sebanyak 10.000 batang yang ditanam diatas lahan seluas hampir 1 hektaer. Sementara 3 hektar tanaman cabe lainnya, masih dalam tahap perawatan dan belum panen. “Saat ini  pengepul menghargai cabe merah lado hasil panen kami seharga Rp35 ribu/kg. Jadi hasil panen cabe perdana ini kami nilai berhasil dan memuaskan tentunya dengan perawatan dari anggota Poktan yang maksimal,” kata Achoi.
Ia mengatakan, Poktan Citra Trubus beranggotakan 10 orang. Berbagi pengalaman, Achoi mengungkapkan, panen cabe sukses dibutuhkan kerja keras, pengairan, perawatan, pemupukan dan modal yang cukup. Meski terkendala daun yang mengkeriting bulai kemudian menular dan mati yang hingga kini belum ditemukan obatnya. “Kalau untuk hama lalat buah, bisa ditanggulangi dengan penyemprotan. Namun kalau untuk penyakit keriting bulai yang disebabkan virus, maka harus dicabut sebelum menular ke batang yang lain. Maka dari itu, bibit dan perawatan sedari awal tanam harus diperhatikan agar panen cabe sukses,” akata Achoi.(and)