Lizar, SE Anggota DPRD Babel Berpulang (kick)

Hatta Rajasa Sampaikan Rasa Duka
// Sempat Pesan Mie

PANGKALPINANG – Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa mengaku terkejut mendengar kabar salah satu kader terbaiknya Lizar,SE bin Abdullah, meninggal dunia saat bertugas sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu dini hari (13/12) di Jakarta.
Hal tersebut dikatakan Pimpinan DPD PAN kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Patrianusa Sjahrun. Melalui komunikasi telepon seluler, Hatta juga menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Ketua DPD PAN Pangkalpinang itu. “Semua kaget, termasuk pak Hatta Rajasa, ketum kita. Di telepon beliau sampaikan rasa duka yang mendalam,” ujar Patrianusa saat ditemui di rumah duka di kelurahan Parit Lalang Rangkui, Pangkalpinang.
Patrianusa mengamini, jika almarhum merupakan kader terbaik partai dengan jiwa kepedulian sosial yang sangat tinggi. “Beliau terbaik terbaik. Dua periode duduk di DPRD kota Pangkalpinang hingga sekarang di DPRD provinsi,” tutur Wakil Bupati Bateng itu. Tak hanya keluarga besar PAN, meninggalnya Lizar memberi duka bagi keluarga dan sejawatnya.
Suryati, sang istri dan tiga orang anak almarhum terkulai lemas menyambut jenazah setiba di VVIP Bandara Depati Amir Pangkalan Baru, Bateng. Meski berusaha tegar, anak tertuanya Yahya tampak tak kuasa menahan air mata kehilangan seorang panutannya. Ratusan orang melayat ke rumah duka. Keluarga, masyarakat setempat, pejabat dan politisi tumpah ruah. Tidak hanya di lingkungannya, di DPRD Babel almarhum dikenal sosok yang humoris dan dengan seluruh anggota dewan serta staff pegawai. Berbagai rasa duka dan kehilangan sosok sahabat pun disampaikan rata-rata anggota dewan melalui personal messenger (PM) di Blackberry Messenger. Seperti ditulis Ketua dan Wakil DPRD Babel, Didit Srigusjaya dan Deddy Yulianto.
Ditemui wartawan, Didit Srigujaya mengakui, Lizar berada di Jakarta karena sedang bertugas kunjungan kerja ke Anjungan Babel di TMII. Pertemuan dengan Kantor Penghubung Anjungan TMII. “Beliau ikuti agenda Komisi 1 bertemu dengan Kantor Penghubung untuk Anjungan Provinsi. Karena itu mitra Komisi 1. Beliau meninggal saat bertugas,” kata Didit.
Sebelum tiba di rumah duka, dilakukan serah terima jenazah dari DPRD Babel ke keluarga di ruang VVIP bandara. Jenazah almarhum, diterbangkan dari Jakarta pukul 13.30 WIB dan tiba di Bandara Depati Amir pukul 14.30 WIB, kemudian jenazah almarhum Lizar dibawa kerumah duka di Jl. Duren. “Kita sempatkan serah terima jenazah di VIP bandara. Kita sangat berduka, beliau menngggal dalam tugas. Kami sangat berdua, baru tiga bulan bekerja sama, saya mengenal beliau orang baik. Dia orangnya humoris,” kata Didit seraya berdoa untuk amal kebaikan almarhum bisa diterima di sisi Allah SWT.

RajaBackLink.com

Baca Juga:  Eko Wijaya untuk Babel: Beasiswa, Motor Sampah, Bibit, Hingga Sumur Bor

Sempat Pesan Mie

Sedangkan rekan almarhum, Deddi Wijaya mengaku sebelum meninggal, Lizar masih berkumpul dan berbincang-bincang bersama Anggota Komisi I lainnya dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB di salah satu restoran di Jakarta. Bagi Deddi, almarhum merupakan pribadi yang suple dan menyenangkan. “Beliau sempat pesan makanan mie kesukaannya, saat memesan makanan, beliau seperti biasanya sering bercanda. Buatin yang enak ya, malam ini saya terakhir makan di sini, begitu kata almarhum,” ujar Deddi Wijaya saat mengenang kebersamaan dengan almarhum malam itu.
Kemudian kata Deddi, usai makan, rombongan langsung kembali ke hotel untuk istirahat. Deddi menjelaskan, almarhum meninggal diperkirakan pukul 03.00 WIB setelah sempat dievakuasi ke RSCM. Namun karena diduga kecapean, nyawa Lizar tak tertolong karena padatnya jadwal kunjungan kerja dalam satu bulan terakhir. “Saya orang pertama yang ditelepon almarhum malam itu. Tapi saya sudah tidur. kata petugas hotel almarhum sempat telepon saya, tapi karena saat itu HP saya lowbat (baterai lemah-red) jadi ditelepon mati, nggak aktif. Terus almarhum suruh petugas hotel telepon saya, tapi masih gak aktif juga,” kisahnya lagi.
Diakui politisi Golkar ini, kedekatan dirinya dengan almarhum menyisakan banyak kenangan. Banyak pelajaran yang dia dapat dari politisi PAN tersebut. “Saya merasa kehilangan. Saya sangat dekat sama almarhum, beliau pribadi yang menyenangkan, suka humor dan buat teman-teman terhibur. Beberapa hari sebelum almarhum meninggal, memang tampak beda, penampilannya kelihatan lebih rapi dan bersih. Banyak hal yang saya belajar dari beliau, terkait permasalahan politik maupun yang lainnya saya sering diskusi dan tukar pikiran sama beliau,” kisah Deddi.
Wakil Gubernur Babel Hidayat Arsani juga sempat hadir dalam prosesi penyerahan jenazah ke keluarga, hingga turut mengantar almarhum ke pusara TPU Parit Lalang. Menurut Wagub, Babel kehilangan seorang pahlawan. “Atas nama jajaran pemerintah provinsi, kami turut berduka. Beliau meninggal saat mengemban tugas,” ujarnya singkat.(iam)

Tags:
author

Author: