Lobang Tanam Siap, Pupuk Disalurkan

by -

//Toni: Petani Jangan Malas-malasan

    PANGKALPINANG – Para petani yang tersebar di 4 Kabupaten di Bangka Belitung (Babel) yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah (Bateng), Belitung dan Bangka Selatan (Basel) menerima pupuk bersubsidi yang disalurkan Pemerintah Pusat. Pembagian pupuk tersebut, menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Babel, Toni Batubara sesuai dengan daftar yang ada.
    Jumlah pupuk bersubsidi yang didapatkan Babel yaitu sebanyak 700 ton. Diungkapkan Toni, pembagian tersebut memang sedikit mengalami keterlambatan. Hal itu dikarenakan masih banyaknya calon petani yang belum menyediakan lahan tanamnya. “Untuk petani sendiri berapa banyak dapatnya tergantung luas lahannya. Tapi yang saya minta kepada petani disini jangan sering terlambat,” ujarnya, Rabu (25/6) kemarin.
    Sebagai contoh, Toni mengatakan bibit karet belum dibagikan karena belum adanya lahan lobang tanam. Sehingga hal itu akan menyebabkan adanya penumpukan dan mengakibatkan karet mati. “Seolah-olah kalau CpCL kita tidak bagus, itu nanti cenderung kurang sempurna. Kalau kita drop 1 truck kepada 1 kelompok mereka belum siap lobang. Nanti ada wartawan kebetulan lewat situ, di jepret, kan repot,” jelasnya.
    Katanya, semua yang diberikan itu tergantung dari kesiapan para petaninya. Jika para petaninya cepat, maka penyaluran bibitnya akan cepat juga. “Tapi kuncinya di CPCL itu tadi, petaninya fix, lokasinya bagus dan memang sudah oke. Selain itu mereka sudah disiapkan dan dipelatihan juga saya selalu bilang begitu. Harus siap lobang, jangan enak aja. Jangan nunggu bibit baru, baru gali lobang,” kesalnya.
    Toni juga meminta kepada para petani untuk tidak bermalas-malasan. Pasalnya, saat ini pemerintah daerah sendiri sedang giat menggempur sektor pertanian untuk menumbuhkembangkan perekonomian yang ada. “Petani kita jangan malas lah. Kalau misalnya mereka mau dapat lada atau karet ya harus siap. Ya kita agak kesal, petani kita ini ada yang kebunnya masih semak. Tapi mudah-mudahan kedepan ini tidak terjadi seperti ini,” harapnya.
    Dengan penggalakan sektor pertanian ini, Toni berharap pasca timah ini perekonomian Babel berubah. “Penyuluh di lapangan juga sama sama. Mudah mudahan alternatif pasca timah ini, perkebunan ini bisa menjadi kenyataan dapat menumbuh kembangkan perekonomian di babel,” pungkasnya. (rif)