Logistik Masih Menunggu “Gembok”

by -

MANGGAR – Kesiapan untuk logistik Pilakda Belitung Timur (Beltim) dinyatakan hampir rampung, dan sudah diperkirakan sekitar 95 persen. Saat ini terkendala untuk kesiapan penyegelan (Gembok, red).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Beltim, Pirmawan melalui Komisioner Divisi Perencana Keuangan dan Logistik Rizal, Rabu (2/12) kemarin.

 

“Kesiapan logistik Pilkada Beltim itu dinyatakan hampir siap. Dan diperkirakan untuk kesiapan logistiknya sekitar 95¬†persen. Tinggal satu yang belum, yaitu penyegelan gembok,” ungkap Rizal kepada Belitong Ekspres.

 

Ratusan kotak suara untuk keperluan Pilkada serentak, nampak sudah memenuhi satu di antara ruangan Kantor KPU Beltim, yang beralamat di Jalan Teuku Umar, Bukit Samak, Kecamatan Manggar, Beltim. Selain itu, juga nampak lubang kotak suara telah dipasangi segel berlogo KPU dan ditempeli identitas lokasi TPS dan PPS.
Rizal mengatakan, ada sekitar 263 kotak suara Pilkada Kabupaten Beltim 2015 yang akan didistribusikan pada H-2 pencoblosan 9 Desember mendatang.
Rinciannya, sebanyak 242 kotak suara akan disebar ke TPS yang juga berjumlah 242 TPS. Yang diartikan, satu TPS akan menggunakan satu kotak suara.

 

“Sementara, didalamnya akan berisikan, paku, segel, sampul, formulir, kemudian ada juga bantalan, dan surat suara. Itu dibungkus plastik,” sebut Rizal.

Kata dia, 21 kotak suara sisanya, akan disebar ke tujuh kecamatan di Kabupaten Beltim. Per kecamatan akan menggunakan tiga kotak suara untuk keperluan rekapitulasi tingkat kecamatan nantinya.
“Sekarang kotak suara itu ada kami simpan di gudang besar. Dan kuncinya di pihak keamanan (Polisi, red). Jika sudah akan dikemas baru kami minta kuncinya. Kalau penyegelan gembok itu kami laksanakan Sabtu atau Minggu, nanti,” terangnya.

Pada H-2 ratusan kotak suara akan disebar ke PPS. Selanjutnya, mulai H-1, kotak suara akan didistribusikan ke TPS. Dan sesampai di TPS, posisi kotak, harus tetap di TPS sampai pencoblosan dilaksanakan.
“Tidak boleh bergeser kemana pun. Misalnya ke rumah ketua KPPS. Itu tidak boleh. Biasanya PPS akan mendistribusikan pada hari H, tapi pagi (subuh), itu kalau TPS nya sedikit paginya sudah akan tiba di TPS,” terangnya.

Pada saat di PPS pun, lanjut Rizal, kotak suara tetap dan harus diperlakukan sama. Karena ratusan kotak berisi dokumen penting itu akan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian.

“Agar kondisinya baik, aman, tidak rusak atau basah, di dalamnya sudah kami bungkus plastik. Selanjutnya, akan diadakan pengawalan oleh pihak kepolisian, Linmas desa, dan pengawas TPS akan mengawasinya,” tutup Rizal. (feb)