LSM Duga Proyek Embung di Pusaran Illegal Mining?

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

Sebuah truk yang mengangkut tanah puru di IUP PT Timah untuk kepentingan proyek Embung Konservasi Kolong Mempaya, pekan kemarin.

Pihak Perusahaan Sebut Sudah Tidak Ada Masalah

Sekda Beltim, Kadis ESDM Babel, PT Timah Bungkam?

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Proyek pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), terus jadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Beltim.

Kali ini dari Ketua LSM FAKTA, Ade Kelana, ikut angkat bicara terkait proses pengambilan tanah puru oleh perusahaan pelaksana proyek. Ia berbicara tentang dugaan pusaran Illegal Mining di balik proyek besar tersebut.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-43, PT Timah Gelar Tabligh Akbar di Belitung

Pengangkutan tanah puru dilakukan oleh PT Sartika-Permata untuk kepentingan proyek Embung Mempaya senilai Rp 19.023.083.114. Pembangunan embung merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumberdaya Air, Balai Besar Sungai Sumatera Wilayah VIII.

Dari papan proyek terpampang nomor kontrak HK0203/04/KONST/PSE-II/2019, tanggal 1 Agustus 2019. Sedangkan untuk masa pelaksanaan 153 hari kalender, dengan konsultan supervisi PT Antusias Raya. Namun, kabar terbaru dari pihak perusahaan polemik pengambilan tanah puru sudah diselesaikan.

Padahal sebelumnya pengambilan tanah puru di atas IUP PT Timah sudah distop oleh Kawasprod PT Timah, Sindhu, pada Kamis (17/ 10) pekan lalu. Dalam hal ini Ade Kelana merasa ada yang aneh, jika proses pengangkutan tanah puru itu terus berjalan tanpa izin.

Baca Juga:  Gubernur Erzaldi Pamerkan JFX di Asia Tin Week

Menurut Ade, bahwa berdasarkan standar satuan harga HSU barang dan jasa Belitung Timur Tahun 2019, harga pasir timbun untuk tanah puru sebesar Rp60.000/M³. Sementara itu, diketahui dari RAB untuk proyek Embung tersebut, diperlukan tanah puru untuk dinding penahan tanah sebanyak 58.426,09 M³.

“Sedangkan untuk pekerjaan saluran pengarah diperlukan tanah puru sebanyak 9.960 M³, total tanah puru yang diperlukan sebanyak 68.386.09 M³. Kalau dikalikan dengan HSU sebesar Rp 60.000/M³ berarti jumlah uang yang harusnya ada dari tanah puru dalam proyek ini sebesar Rp 4.103.165.400,” jelas Ade Rabu (23/10) kemarin.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply