Luar Biasa, Tarian Pendulang Timah Pukau Penonton

by -

*Bagian dari Peluncuran FLP 2015, Andrea Hirata Nyatakan Di Luar Ekspektasi

foto A- tari pendulang timah

Foto A: ainul yakin/be
MEMUKAU: Penampilan anak-anak Sanggar Tari Belitong saat membawakan Tarian Pendulang Timah dengan mimik yang penuh penghayatan dalam peran. INSERT: Reporter TV Budaya Jerman saat mewancarai Andrea Hirata.

GANTUNG-Penampilan Tarian Kolosal Pendulang Timah ciptaan Andrea Hirata yang dikolaborasikan dengan karya Koreografer Belitung Wulan dan Widia, mampu memukau pengujung Museum Kata. Sajian tarian khas Pendulang Timah yang digelar di depan Museum Kata Andrea Hirata, Gantung, Belitung Timur, Jumat  (7/8), sore, kemarin juga disaksikan ratuasan turis.  Atraksi spesial asli produk kreatif Belitong ini menjadi bagian dari peluncuran Festival Laskar Pelangi (FLP) 2015 yang puncak acaranya akan digelar 27-29 Agustus 2015 di Pantai Tanjungtinggi.
Yang cukup membaggakan, sang kreator Tari ini, Andrea Hirata juga hadir menyaksikan anak-anak Sanggar Tari Belitong dan seniman Belitong menampikan performa  terbaiknya. Yang  pantas diapresiasi pula, atraksi Tarian Pendulang Timah yang melibatkan sekitar 50 anak-anak dan seniman ini juga di-shooting oleh wartawan stasiun TV budaya asal Jerman, ZDF TV.
“Sungguh karya yang luar biasa. Penampilan Tarian Pendulang Timah ini benar-benar memiliki ruh yang mampu menggetarkan. Dan semua tadi (sajian tarian,Red) di luar ekspektasi, luar biasa rasanya jika menyimak dengan seksama. Seperti kesan yang disampaikan para wartawan TV Jerman pula, mereka menyatakan di luar ekspektasi,  luar biasa,’’  ungkap Andrea usai acara, kemarin.
Andrea mengaku merasakan betapa pengunjung yang mayoritas turis domestik ini begitu terpesona dengan tarian yang terbilang khas dan unik. “Semoga pemerintah segera melihat ini sebagai potensi besar dalam hal kreativitas yang orisinil untuk meningkatkan sektor pariwisata secara nyata,’’ papar Andrea yang belum lama ini menerima penghargaan Doktor Honoris Causa Kesusatraan dari University of Warwick, Inggris.
Tarian Pendulang Timah ini makin menampakkan auranya sebagai sebuah ungkapan ironi kehidupan masyarakat Pulau Belitong saat seniman Belitong, Diran membacakan puisi. Dengan penuh ekspresi dan mimik menakjubkan, Diran membacakan bait demi bait berisikan tentang kekayaan yang dimiliki Pulau Belitong sebagai anugerah dari Tuhan. Mulai dari Laut jernih berhias batu indah, bijih Timah, lada nomor satu, batu Satam hingga Batu Kinyang. Kekayaan ini lah yang harus dimanfatkan untuk kemakmuran rakyat Belitong.
Usai pentas, Diran mengatakan, dirinya merasa sangat bersyukur rangkaian acara launching (on the road)  FLP 2015 di Gantung ini berjalan lancar.  “Saya minta doa restu kepada masyarakat agar acara puncak pada (29/8) mendatang di Pantai Tanjungtinggi berjalan sukses dan lancar. Sehingga banyak wisatawan yang datang melihat FLP 2015 untuk memajukan pariwisata Belitong,” ujar Diran.
Diran dalam puisinya juga menyiratkan tentang sosok Andrea Hirata yang sukses memajukan Belitung melalui goresan penanya. “Tidak dapat dipungkiri terkenalnya Belitong berkat perjuangan dia (Andrea Hirata,red) melalui karya novel-novelnya yang kini sudah dialihbahasakan ke dalam 34 bahasa di dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, Sang Koreografer Wulan mengatakan, sebelum acara dilaksanakan, ia beserta Widia sudah mempersiapkan untuk penampilan yang terbaik. Senada dengan Andrea Hirata, dirinya mengaku tidak menyangka acaranya bisa sukses dan mendapat apresiasi luar biasa dari pengunjung maupun penonton yang hadir.
“Alhamdulilah semua berjalan lancar. Setelah ini, kami fokus ke acara puncak pada (29/8) mendatang. Kita akan terus berlatih agar acara dapat berjalan lancar. Masih banyak yang harus kami benahi agar bisa lebih sempurna dan maksimal nantinya,” kata Wulan. (kin)