Lubis Kades Keciput Terpilih, Menang Hanya Modal Melayani

by -
Lubis Kades Keciput Terpilih, Menang Hanya Modal Melayani
Lubis Kades Keciput Terpilih.

belitongekspres.co.id, SIJUK –  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten telah selesai dilaksanakan pada Minggu (20/12) lalu. Lubis menjadi salah satu calon Kades terpilih dalam pesta demokrasi serentak di 15 desa.

Dia berhasil mengungguli 4 calon lainnya dari Desa Keciput, Kecamatan Sijuk. Yakni Suhadi, Sukardi, Ariyandi, dan Sahadin. Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara di tingkat desa, Lubis memperoleh 730 suara, disusul Sukardi 575 suara, Aryandi 111 suara, Suhadi sejumlah 73 suara dan Sahadin 36 suara.

Pria ini merupakan sosok yang lahir dan besar di Desa Keciput dan mempunyai istri Robianti dari desa setempat. Sedangkan almarhumah ibunya berasal dari Desa Keciput, sedangkan almarhum ayahnya berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pada tahun 2020 ini sudah kedua kalinya Lubis mencalonkan sebagai kepala desa. Pertama kali dia mencalonkan diri pada 1995, namun kalah dari Sukardi yang di tahun 2020 ini juga menjadi rivalnya. “Waktu itu saya hanya berdua dengan Sukardi dan saya kalah sekitar 100-an suara,” sebut pria kelahiran 12 Maret 1969.

Ayah dari 3 anak perempuan dan 1 laki-laki ini mempunyai prinsip politik menopang ketika dirinya turun di Pilkades tahun 1995. Pada pencalonan periode sebelum ini, dirinya juga pernah mencoba memasukan berkas persyaratan. Namun saat itu sudah ada 3 calon dan Lubis dengan sendirinya mengundurkan diri.

“Karena itu sudah sangat demokratis sudah ada 3 calon, makanya saya mundur. Artinya bukan ambisi, tetapi untuk memberikan pelajaran politik yang bagus. Dan di tahun 2020 ini respon masyarakat cukup besar hingga muncul 5 calon,” papar anak pertama dari 3 bersaudara itu.

Bermodal pengalaman berorganisasi sejak tahun 1998 dari mulai desa, kecamatan dan hingga kabupaten Belitung, Lubis terpanggil mencalonkan diri kembali. Ia merasa sudah saatnya dia mengabdi untuk Desa Keciput. Setelah sebelumnya dia juga pernah menjadi calon legislatif, namun belum berhasil.

“Awal mulai organisasi kepemudaan, AMPI, KNPI menjabat ketua PK Kecamatan, wakil ketua DPD KNPI Belitung. Saat ini saya juga masih aktif di organisasi profesi seperti Perwabel, seni budaya PJBN, yang kebetulan dipercaya sebagai Pengurus DPW PJBN Bangka Belitung,” terangnya.

Berkat keyakinan untuk mengabdi di kampung sendiri tidak tanggung-tanggung perolehan suara Pilkades 2020 ini, Lubis unggul dari petahana dan mantan kapala desa sebelumnya. Dia meraih 50 persen suara masyarakat Desa Keciput.

“Aku hanya mengembangkan atau mensosialisasikan tagline melayani. Artinya luas, bahwa bentuk pelayanan bukan hanya administrasi, tapi pelayanan di luar kantor. Kita selaku pelayan masyarakat harus pro aktif, apalagi saat ini lagi pandemi,” jelasnya.

Bagi Lubis Pilkades 2020 lebih menantang karena harus berjuang ditengah pandemi Covid-19. Selain sosialisasi visi dan misi, dia juga harus mensosialisasikan protokol kesehatan. “Kita juga membawa misi untuk membantu panitia dalam menjalankan protokol kesehatan,” tukasnya.

Alhasil, sosialisasi protokol kesehatan terlihat saat pemungutan suara di TPS. Sekitar 99 persen masyarakat yang datang ke TPS sudah menerapkan Protokol Kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Setelah pelantikan nanti, saya juga akan segera mengakomodir semua elemen dan komponen. Mulai dari struktur kerja, apa yang harus dilengkapi dan ditindak lanjuti, sehingga ketika menjalankan program-program. Baik yang sudah terencana maupun yang akan dihadapi kedepan itu tidak akan banyak menemui kendala,” tandasnya. (dod)