Lulus Baca Tulis Al Qur’an Dijadikan Syarat

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Untuk Sekolah ke Jenjang Lebih  Tinggi, Ortu Diminta Tak Resah

GANTUNG -Aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an, mendapatkan sorotan dari masyarakat. Mayoritas dari masyarakat khususnya orang tua khawatir jika anaknya yang belum bisa baca tulis Al Qur’an, tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi.
Beberapa masyarakat bahkan menyampaikan kekhawatiran mereka saat acara Sosialisasi Perda Pengelolaan Zakat dan Baca Tulis Al-Qur’an hampir di tiap kecamatan. Aturan dalam Perda tersebut memang mewajibkan setiap siswa yang lulus TK, SD, SLTP, dan SMA pandai baca tulis Al Qur’an.
Jadi, setiap siswa yang lulus akan diberikan sertifikat atau ijazah yang menyatakan mereka sudah bebas buta aksara Al-Qur’an. Setifikat kompetensi tersebut merupakan syarat wajib bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Tingkat TK/ sederajat, mewajibkan siswa mengenal dan mampu melapalkan, menirukan, mewarnai huruf-huruf Al Qur’an. Tingkat SD/sederajat, siswa mampu membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, serta mengenal tajwid dasar. Tingkat SLTP/ sederajat, siswa mampu membaca Al Qur’an dengan fasih berdasarkan ilmu tajwid dan mampu menulis ayat-ayat dengan lancar. Sedangkan tingkat SLTA/ sederajat, siswa mampu membaca Al Qur’an dengan fasih dan mampu menulis ayat-ayat tertentu dengan cara imla.

Baca Juga:  Lanud ASH Sosialisasi Penerimaan Tamtama PK TNI AU 2019 di SMAN 1 Damar

Ketua I Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Beltim, Eko Happy Sulistio mengakui dan menganggap wajar jika ada sebagian masyarakat masih yang merasa khawatir dengan aturan Perda ini. Namun demikian, ia  menyatakan masyarakat tidak perlu takut, mengingat aturan ini baru akan diberlakukan tahun depan.
“Gak perlu lah ketakutan seperti itu. Memang masih wajar karena ini aturan baru. Cuman kan kita sekarang ini baru sebatas sosialisasi dulu. Kita juga masih nunggu Perbupnya (Peraturan Bupati-red),” kata Eko seusai Acara Sosialisasi Perda Pengelolaan Zakat dan Baca Tulis Al-Qur’an, di Balai Pertemuan Kecamatan Gantung, Rabu (15/4).

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gantung ini juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu menarik anaknya yang sudah belajar baca, tulis, atau mengaji di tempat-tempat pendidikan Al Qur’an non formal seperti di madrasah, mesjid, ataupun guru mengaji.

“Jadi mau belajar Al Qur’an di mana saja boleh, bisa di TPA, madrasah, atau guru mengaji. Soalnya ada laporan yang menyatakan ada madrasah yang sepi gara-gara orang tua siswa menarik anaknya gara-gara salah tafsir Perda ini. Yang jelas nanti ada lembaga atau tim khusus yang dibuat untuk menguji dan memberikan sertifikatnya, namun masih perlu digodog di Perbup,” ungkap Eko.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Beltim, Fezzi Oktoselja mengatakan tujuan dari Perda ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan Baca Tulis Al Qur’an, serta penghayatannya untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan kita adalah jangan sampai orang tua masa bodoh dengan pendidikan Al Qur’an anak-anak mereka. Sekarang ini kelihatannya para orang tua lebih peduli mengikutkan anak mereka untuk les bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin. Sedangkan Al Qur’an jelas-jelas merupakan tuntunan umat,” ujar Fezzi.

Baca Juga:  Distan Dorong Petani Garap Lahan Hadapi Musim Okmar

Fezzi menargetkan tahun 2020 mendatang Kabupaten Beltim sudah bebas buta aksara Al Qur’an. Untuk itu Ia berharap mulai dari sekarang, masyarakat akan berbondong-bondong untuk mengajarkan anak-anaknya baca tulis Al Qur’an.

“Kalau ada niat, gak ada alasan takut untuk tidak bisa baca Al Qur’an. Aturan yang ada di Perda juga baru akan dimulai tahun depan, tidak saklek ada prosesnya. Jadi kalau mulai dari sekarang anak sudah diajarkan, InsyaAllah dalam 5-6 bulan begitu mereka lulus TK, SD, SMP, atau pun SMA mereka sudah mampu membaca, menulis, dan mengamal Al Qur’an,” tutupnya. (feb)

Tags:
author

Author: