MA Kabulkan Kasasi Kejari Belitung, Edi Sofyan Divonis 1 Tahun Penjara

by -
MA Kabulkan Kasasi Kejari Belitung, Edi Sofyan Divonis 1 Tahun Penjara
Ilustrasi Palu Hakim

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia kabulkan Kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, terkait kasus pemalsuan surat yang dilakukan oleh Edi Sofyan. Mantan pemain sepakbola tersebut divonis satu tahun penjara pada, Selasa (16/4) lalu.

Pasalnya, Edi Sofyan terbukti melanggar Pasal 263 Ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pindana (KUHP), tentang surat Surat Palsu. Sebelumnya Edi Sofyan dilaporkan oleh Budiman, mengenai dugaan surat palsu pada tahun 2020 lalu.

Yakni terkait permasalahan tanah yang ada di Kecamatan Sijuk. Hingga akhirnya kasus tersebut bergulir di Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Dalam perkara ini, Edi Sofyan divonis bebas pada 19 November 2020.

Sebab, tuntutan tuntutan jaksa mengenai dugaan kasus pemalsuan surat tidak terbukti. Menanggapi putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kejaksaan Negeri Belitung mengajukan Kasasi.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Mahkamah Agung yang diketuai oleh Andi Abu Ayyub Saleh didampingi hakim anggota Soesilo dan Hidayat Manao berpendapat Edi Sofyan terbukti bersalah.

Edy Sofyan melakukan tindak pidana dengan sengaja memakai surat palsu yang dapat menimbulkan kerugian. Maka dari itu, Mahkamah Agung mengadili, mengabulkan kasasi yang diajukan oleh JPU Kejari Belitung. MA membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpandan, pada 19 November 2020.

Selain itu, MA menjatuhkan pidana satu tahun kurungan penjara dan menetapkan agar barang bukti berupa surat menyurat dan dokumen agar dikembalikan kepada saksi Budiman Sutanto Tan. Kemudian, membebankan kepada terdakwa dengan biaya kasasi sebesar Rp2500.

JPU Kejari Belitung Belitung Tri Agung Santoso mengatakan, itu merupakan fotocopy dari putusan Kasasi yang diperoleh dari MA. “Kita masih mempelajari secara administrasi. Dan dalam waktu dekat kita akan mengambil sikap terkait putusan MA tersebut. Karena putusan masih dipelajari,” katanya.

“Tidak menutup kemungkinan pihak terdakwa Eddy Sofyan melakukan Peninjauan Kembali (PK). Namun hal itu tidak menghalangi jaksa untuk mengeksekusi putusan MA ini,” sambung Tri Agung.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Edi Sofyan masih belum bisa berkomentar banyak mengenai putusan kasasi tersebut. “Kami masih belum tahu,” kata Edi Sofyan saat dihubungi Belitong Ekspres, Senin (19/4). (kin)