Mahasiswa Asal Beltim Pasrah

by -

*Kampus Yayasan Aldiana Nusantara di Sebut Abal-abal

MANGGAR – Mahasiswa Yayasan Aldiana Nusantara, yang berasal dari Kabupaten Belitung Timur (Beltim) hanya bisa pasrah, setelah kampus mereka disebut ilegal oleh Menteri Riset dan Dikti, M Nasir usai mewisuda 1.235 orang di Tanggerang Selatan, Sabtu (19/9) pekan lalu.

 

Hal ini seperti disampaikan Farlian (19), salah satu mahasiswa asal Lilangan Kecamatan Gantung, saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Selasa (22/9) kemarin. Farlan yang sedang mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika Ciputat Jakarta, milik Yayasan Aldiana Nusantara sempat kaget mendengar kampusnya disebut abal-abal.

 

“Kaget sih bang. Kami tadinya memang melakukan studi belajar layaknya kampus lainnya, yang setiap minggunya masuk kuliah selama lima hari. Namun kini kami memang belum masuk kuliah dikarenakan masih libur setelah melaksanakan UAS,” ungkap Mahasiswa semester tujuh ini.

 

Farlin menuturkan, kini ia dan rekan rekannya yang berasal dari Beltim sudah tidak lagi menempati asrama. Sebab, fasilitas asrama diberikan hanya pada satu tahun awal sejak mereka masuk ke kampus tersebut.

 

“Saat ini sih kami ngekost, karena kami menempati asrama hanya pada satu tahun waktu masuk ke kampus. Dan Kost kami pun saat ini tak jauh dari kampus tersebut,” ujarnya, sembari mengatakan untuk uang biaya hidup dan pendidikan masih ditanggung Pemkab Beltim.

 

Alumni dari SMAN 1 Gantung dan rekannya kini juga hanya bisa pasrah menunggu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat dan menyerahkan sepenuhnya nasib mereka kepada pihak pemkab Beltim

 

 

“Kami sih hanya bisa pasrah bang, dan sepenuhnya menyerahkan ini ke Pemkab Beltim. Kan sebelumnya antara pemkab Beltim dan yayasan ini sudah ada MoU. Jadi yang jelas kami hanya bisa pasrah dan harus menunggu bagaimana jadinya nanti,” ucapnya.

 

Bukan hanya Farlian, Maliki (18) yang sebelumnya pernah mengukirkan penanya di kampus Yayasan tersebut juga sempat kaget. Ia kaget mendengar kampus yang pernah mengantarkannya hanya di semester tiga, disebut illegal.

 

 

“Kaget lah pak, setelah mendengar kampus yang pernah saya duduki itu dikatakan abal abal. Saya juga sempat berpikir bagaimana nasib sahabat saya yang kini masih menimba ilmu di kampus tersebut,” papar mantan mahasiswa, semester tiga, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa.

Kini Maliki sudah berhenti kuliah karena alasan sakit yang tak mendukung kesehatannya. Maliki yang saat ini bekerja menjadi tenaga honorer di Dispora Beltim, berharap akan ada kejelasan untuk rekan-rekannya yang masih belajar di kampus di milik Yayasan Aldiana Nusantara tersebut.

 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 mahasiswa asal Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ternyata ikut mengenyam pendidikan di kampus yang diduga abal-abal. Namun demikian, Pemda Beltim melalui Dinas Pendidikan (Dindik), membantah keras jika mahasiswa yang kuliah di lembaga pendidikan milik Yayasan Aldiana Nusantara Jakarta itu, disebut ilegal.

 

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dindik Beltim, Hartoyo melalui Kabid Pendidikan Menengah, Lindawati Theodore, menanggapi pemberitaan adanya wisuda ilegal dari Yayasan Aldiana Nusantara yang digerebek langsung Menteri Riset dan Dikti, M. Nasir.

 

Menurut Linda, yang dikatakan wisuda ilegal itu adalah mahasiswa yang kuliahnya sistem jarak jauh atau seperti Universitas Terbuka (UT). Mereka (mahasiswa abal-abal,red) pun tak mengenal SKS dan berapa mata kuliah, serta ikut ngampus di sekolah tinggi di bawah naungan Yayasan Aldiana Nusantara tersebut.

 

“Memang kita memiliki mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Pemkab Beltim. Jumlahnya ada sekitar 21 orang mahasiswa yang masih kuliah di sana. Tapi yang jadi temuan dari Menteri Riset dan Dikte itu, kan mereka yang kuliah jarak jauh sama sekali tidak pernah ngampus,” terang Linda kepada Belitong, Senin (21/9) kemarin.
Lebih lanjut Linda mengatakan, sedangkan mahasiswa asal Beltim faktanya diasramakan di Jakarta dan setiap kuliah langsung datang ke kampus. Selain itu, mahasiswa Beltim adalah mahasiswa yang baik dan sangat mengetahui jadwal mata kuliah dan SKS di kampus tersebut. (feb)