Mahasiswa Beltim Ditransfer ke PT Negeri

by -

*Setalah Jadi Korban PT Abal-abal

MANGGAR-Nasib 26 orang mahasiswa asal Belitung Timur (Beltim), yang sempat dipulangkan karena menjadi korban perguruan tinggi abal-abal yang dibekukan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), kini mulai terang. Sebab, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan memastikan mereka bisa kuliah lagi tahun 2016 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Beltim Hartoyo mengatakan, pihaknya telah melakukan penjajakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Univeritas Tanri Abeng (UTA) Jakarta. “Yah akhirnya ibarat sengsara membawa nikmat, mengapa Saya katakan demikian? Karena dari 26 Mahasiswa yang sempat kuliah di perguruan tinggi YAN tersebut akan dialihkan ke perguruan tinggi Negeri. Setelah Saya dan pihak Dindik Beltim menjajaki,’’ ujar Hartoyo kepada BE, Selasa (27/10), kemarin.

Menurut dia, 26 mahasiswa tersebut dengan rincian 12 orang sesuai jurusan mereka akan kuliah di Tantri Abeng University (TAU). Lantas, yang 14 orang lainnya akan kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hartoyo menambahkan, 14 orang kuliah di UNJ adalah mereka yang mengambil jurusan bimbingan konseling. Sementara yang ke TAU mereka yang mengambil jurusan Akutansi, Ekonomi, Manajemen dan elektro.

Soal peluang perpindahan mahasiswa dari PT swasta ke PT negeri, Hartoyo mengatakan, perpindahan ini merupakan kasus, jadi bukan kesalahan atas mahasiswa sendiri. Apalagi, sebelumnya Pemkab Beltim juga sudah menjalin kerjasama ke UNJ tersebut.

“Kan kita sebelumnya sudah ada MoU dengan UNJ dan juga TAU (Swasta), bahkan sudah ada hampir 100 lebih mahasiswa Beltim, yang lulusan di UNJ termasuk para guru guru sebelumnya. Dan untuk anggarannya semua sudah kita siapkan, dan merupakan dari anggaran induk,” ujarnya.

Atas hasil penjajakan ini, tambah Hartoyo, bagi orangtua dan juga mahasiswa tersebut untuk tidak mempertanyakan lagi nasib anak mereka nantinya. Untuk masalah transfer nilai, sebut Hartoyo saat ini sudah dikumpulkan dan disampaikan ke TAU dan UNJ. Jadi, tinggal menunggu pelaksanaannya nanti, setelah pihak perguruan tinggi tersebut membahas terkait perpindahan mahasiswa asal Beltim ini.

“Masalah nilai nantinya, akan dibahas di perguruan tinggi tersebut. Mana yang mata kuliah bisa dilanjutkan dan mana mata kuliah yang tidak diakui, nantinya,” sambung Hartoyo.

Dalam masalah ini, lanjut dia, Dinas Pendidikan akan bertanggung jawab sampai mereka bisa kuliah lagi seperti semula. Hartoyo mengaku sudah bertemu langsung dengan Rektor di dua perguruan tinggi tersebut. “Dan sepertinya akan membawa angin segar,’’ harapnya.

Menyikapi masalah ini, anggota DPRD Beltim dari Fraksi PKS, Rohalba memandang perlu DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait pemulangan mahasiswa Beltim yang kuliah di perguruan tinggi di bawah naungan YAN. Apalagi, kasus tersebut dianggap merugikan daerah dan mahasiswa yang mendapat beasiswa.

“Hal ini guna meminimalisir kejadian berikutnya. Maka perlu dibuat Pansus investigasi kasus YAN. Tetapi pembentukan Pansus merupakan kewenangan di Komisi III sebagai mitra mereka. Bukan hanya pendidikan tapi masalah-masalah lainnya,” singkat Rohalba.(feb)