Mahasiswa KKN UNS Angkat Produk di Pulau Bukulimau

by -
Mahasiswa KKN UNS Angkat Produk di Pulau Bukulimau
Foto bersama mahasiswa KKN UNS di Pulau Bukulimau dengan Camat Manggar, Amirudin

Inovasi Camat Manggar

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) melakukan pengembangan potensi ekonomi kreatif di Pulau Bukulimau Kecamatan Manggar.

Ketua Tim Penanggungjawab KKN UNS Rizqia Ayu Arlifna melalui dorongan Camat Manggar Amirudin fokus pengembangan terhadap produk hasil cipta kreatif rumah tangga masyarakat Bukulimau. Yakni pengembangan kemasan produk bedak dingin.

“Bedak dingin ini saya baru tahunya di pulau, setiap rumah itu ibu-ibunya bisa membuat bedak dingin. Namun mereka kurang semangat membuatnya, karena bedak itu hanya untuk dipakai masing-masing. Jadi sesuai arahan Pak Camat Manggar, kami berupaya mengembangkannya, yaitu ke arah kemasan produk,” ungkap Rizqia Ayu Arlifna kepada Belitong Ekspres, Kamis (15/8) kemarin.

Awalnya, kata Rizqia, Tim KKN UNS sempat tertarik terhadap pengembangan ikan, namun terkendala produk ikan merupakan musiman, sehingga mereka beralih ke produk Bedak Dingin. “Sebelumnya kami buat produknya ikan, saya tertarik untuk mengemas ikan asin, ternyata ikan di sini tergantung cuaca. Jadi saya beralih ke ngemas produk bedak dingin,” terang Rizqia.

“Awalnya, waktu kami lakukan survey bersama teman-teman, saya mengutamakan ke arah kemasan produk-produk di sana. Karena masyarakat sini hanya bisa membuat saja tetapi terkait kemasannya belum bagus,” imbuhnya.

Melihat hal tersebut, ditambah adanya motivas dari Camat Manggar membuat mereka tertarik mengembangkan produk unik tersebut. “Dengan ada motivasi dari Camat Manggar ya kita kembangkan agar kemasannya lebih baik. Lumayan pakai tenaga buat numbuk bedaknya, semuanya masih manual. Bahan bakunya itu beras, rempah-rempah cengkeh, kapulaga, kayumanis, pala dan sengereng. Terus itu diolah, dijadikan bedak dan boleh dikonsumsi,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Manggar Amirudin mengatakan bahwa ketertarikan untuk mendorong pengembangan di Pulau Bukulimau karena banyaknya produk unggulan Pulau yang belum dikembangkan. “Karena memang dari awal mereka melakukan survey itu, kita coba memberikan masukan terkait unggulan-unggulan sumberdaya alam yang ada di pulau. Karena yang namanya kepulauan artinya sumber daya alam bahari, ikan dan lain segala macamnya sangat banyak untuk dikembangkan,” terang Camat Manggar Amirudin.