Maju Pilkada, Basuri Belum Punya Pasangan

by -

Marwan: Usung Pasangan, Parpol Harus Koalisi

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T Purnama, mengaku hingga kini belum punya pasangan untuk bertarung pada Pilkada mendatang. Meskipun ia sudah menyatakan kesiapannya untuk maju kembali menjadi kepala daerah Beltim.
Hal tersebut disampaikan pada saat ditanya wartawan terkait kesiapannya maju menjadi kepala daerah pada Pilkada mendatang. “Belum, sekarang ini kita hanya pasang kuping dulu lah, kan kalian (wartawan, red) pasti lebih tahu,” ungkap Basuri, Senin (9/3) usia meresmikan Kantor Pokja wartawan Beltim.

Saat ditanya dari profesi mana pasangannya nanti, Bintang Iklan Alang Alang sari dari produksi Sido muncul tersebut juga belum memastikan dari Birokrat, pengusaha atau tokoh masyarakat kah yang akan berduet dengannya nanti. Tak hanya itu, Basuri juga belum memastikan Partai Politik mana yang akan di gandengnya.
“Kalo masalah kendaraan Parpol kita juga belum ada, tadinya sih ada Parpol A, B, dan C tapi hingga kini belum ada lanjutannya. Kan dari KPUD Beltim saja, belum pastikan kapan tahapan Pilkada akan dilaksanakan,” kata Basuri.
Basuri hingga kini hanya mau bersantai untuk membicarakan masalah Pilkada. Karena meskipun ia sudah siap maju, namun menurutnya tahapan Pilkada saja belum dipastikan oleh KPUD Beltim.

Kabar Bakal Calon (Balon) Kepala daerah pada Pilkada Beltim, memang sejauh ini sudah memanas di kancah perpolitikan di Beltim. Sempat terdengar kabar ada beberapa nama yang siap maju, bahkan sudah ada Balon yang memastikan kesiapannya dan lengkap dengan pasangannya. Namun hingga kini juga belum ada yang memastikan dengan pasti.
Sementara itu, Pengamat Politik Lokal Beltim, Marwansyah mengatakan bahwa tidak ada satu Parpol pemenang Pilcaleg lalu di DPRD Beltim yang bisa mengusung 1 nama/pasangannya untuk maju ke Pilkada.
“Mungkin kita semua tahu tak ada satu pun parpol di DPRD Beltim untuk bisa menentukan calonnya sendiri, semua harus berkoalisi dengan partai lainnya karena jelas tidak mencukupi kouta persyaratan yang ada,” terang Marwansyah.
Menurut Marwan akrab ia disapa, yang bisa menentukan calon Bupati dan Wakil Bupati sesuai dengan UU yang baru disahkan DPR RI beberapa waktu lalu, adalah Parpol. Jadi Parpol harus mengajukan persyaratan dengan mengajukan 20 persen dari jumlah kursi DPRD setempat.
“Jadi jika demikian 20 persen dari jumlah kirsi yang ada di DPRD Beltim, harus ada 5 kursi. Sedangkan kita tahu parpol yang duduk di DPRD Beltim paling banyak hanya ada 4 kursi jadi dengan persyaratan tersebut mereka harus berkoalisi dengan parpol lainnya yang ada di DPRD Beltim. Untuk itu bangunlah koalisi antar parpol agar mudah menyatukan Visi dan Misi Balon Bupati dan pasangannya,” jelas Marwan yang juga mantan Ketua KPUD Beltim.

Namun demikian, lanjut dia bukan berarti Balon Bupati dan pasangannya tidak bisa menempuh jalur lainnya, merekapun bisa juga mengajukan di jalur Independen.
“Di jalur Independen ini mereka harus bisa dan mampu melampirkan KTP warga Beltim, sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk Beltim,” imbuhnya.

Marwan menambahkan, Jika mereka ingin maju di jalur Independen mereka harus mempersiapkan sejak dini dengan mengumpulkan KTP warga, karena dikatakannya, mengumpulkan KTP sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk Beltim bukanlah hal yang kecil dan mudah. Ditakutkannya jika tidak memulai dari sekarang, akan sangat memakan waktu karena dalam waktu dekat KPUD Beltim akan segera mengeluarkan tahapan tahapan Pilkada Beltim.

Bicara masalah siap maju atau tidaknya, diakui Marwan mungkin semua orang pun bisa mengatakan siap maju, namun bukan hanya itu, meraka juga harus memahami tentang UU dan segala persyaratan yang ada, baik di dalam Parpol atau pun di UU Pilkada tersebut.
Marwan berharap siapa pun yang akan maju menjadi kandidat di Pilkada Beltim mendatang haruslah mempersiapkan segalanya dari sekarang. Baik itu persiapan teknis dan persiapan non teknis serta aturan, dan juga persyaratan lainnya.

“Saya juga berharap semoga Pilkada Beltim mendatang akan berjalan dengan lancar, aman, dan baik. Serta dapat mewujudkan Pilkada yang berkualitas, menjaga kedaulatan rakyat, mensejahterakan rakyat dan menjadi bagian dari pematangan demokrasi di Indonesia,” tandas Marwan. (feb)