Makanan Berbahaya yang Kembali Menghantui

by -

SEPERTI tidak pernah jera-jeranya. Mi yang dicampur formalin kini terkuak dan terbongkar lagi di Kota Bertuah Pekanbaru.  Di  Pulau Jawa, terkuak juga mie yang katanya khusus pangan ternak, dibikin cemilan untuk manusia.  Belum lagi kabar beras plastik, teror telur imitasi, yang ramai beredar di medsos yang walaupun disebutkan tak terjadi di Indonesia namun sangat membuat was-was.

Kasus makanan berformalin atau yang mengandung bahan berbahaya ini layaknya berita baru.  Namun kasusnya sudah lama terjadi dan kini terus terulang. Ada apa dengan pengusaha kita yang bandel dan tega memproduksi makanan yang nyata-nyata akan meracuni dan membuat mati perlahan-lahan konsumennya?

Sejatinya, formalin adalah salah satu bahan untuk mengawetkan mayat. Formalin merupakan bahan kimia yang biasa dipakai untuk membasmi bakteri atau berfungsi sebagai disinfektan. Zat ini termasuk dalam golongan kelompok desinfektan kuat, dapat membasmi berbagai jenis bakteri pembusuk, penyakit, cendawan atau kapang. Di samping itu, juga dapat mengeraskan jaringan tubuh.

Biasanya formalin dipakai sebagai bahan untuk pembuatan pupuk dalam bentuk urea, pencegah korosi untuk sumur minyak, pengawet mayat, bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku, pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya, bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca, pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia fotografi, bahan untuk pembuatan produk parfum. Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1 persen), formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet.

Wah, bisa dibayangkan, bagaimana jika dengan tubuh seseorang jika mengkonsumsi mi yang dicampur dengan zat formalin. Seperti apa reaksi yang terjadi dalam tubuh jika zat tersebut masuk dan bersenyawa. Apalagi jika terjadi secara terus menerus. Susah untuk dibayangkan dan otomatis hati kecil kita sangat marah dengan pengusaha atau siapapun yang membuat mi formalin ini tersebar dan menjadi konsumsi masyarakat. Sungguh miris.

Tercatat ada sekitar 15 dampak yang terjadi jika manusia mengkonsumsi mi berformalin. Di antaranya yaitu, iritasi mata, iritasi saluran pernafasan, mual, kulit kemerahan, kerusakan organ pencernaan, gangguan menstruasi, kanker hidung, diare, susah tidur, kanker otak, mengganggu proses pertumbuhan, kanker paru-paru, sakit kepala, rasa gatal, koma hingga kematian. Begitu dahsyatnya dampak mi formalin bagi kesehatan.

Sungguh tega dan kejamlah seorang pengusaha yang hanya demi keuntungan diri pribadi yang tidak seberapa, mengakibatkan penyakit yang menahun bagi konsumennya sehingga membuat maut menjemput. Keuntungan berupa materi yang tidak bisa ditukar dengan nyawa. Tidak ada kata yang pantas dan hukuman yang seadil-adilnya diberikan kepada orang yang berkaitan dengan pembuatan, penyebaran dan penjualan mi ini selain hukuman mati.

Apalagi, hampir semua pengusaha yang memproduksi mi pasti tahu dengan apa yang terkandung dalam zat formalin. Karena beberapa waktu lalu kasus ini sering muncul. Beberapa pakar kesehatan sudah membedah dan memberikan informasi terhadap bahaya formalin baik kepada pengusaha maupun masyarakat banyak. Tentulah ada kesengajaan untuk mencari keuntungan dari pengusaha yang memproduksi mi formalin ini mengingat adanya modus dengan mencampur formalin dengan minyak goreng agar bau mi tidak menyengat.

Untuk pihak yang berkompeten di bidang pengawasan makanan dan pihak kepolisan, masyarakat menaruh harapan besar untuk membongkar kasus makanan berformalin lainnya. Bukan tidak mungkin ada produk makanan lain yang juga dicampur zat formalin. Bahkan secara tidak sadar mungkin telah dikonsumsi oleh keluarga kita atau bahkan diri kita sendiri. Semoga di bulan yang penuh berkah ini, semua keburukan akan terbongkar dengan sendirinya.  Dan semoga saja ini tak ada di Negeri Laskar Pelangi.  Semoga saja.***