Makna Nuzulul Qur’an Bagi Masyarakat

‎MANGGAR – Peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya sekedar simbol turunnya kitab suci Al Qur’an, namun dapat menjadi moment kebangkitan umat, banyak makna terjandung di dalamnya. Al-Qur’an sebagai sumber hukum Agama hendaknya dapat dijadikan sebagai dasar dan pedoman hidup umat Islam.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanuddin dalam Pidato Sambutan Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat menghadiri Safari Ramadan Nuzulul Qur’an, di Mesjid Agung Darussalam Manggar, Rabu (22/6) Malam.

RajaBackLink.com

Burhanudin yang akrab disapa Aan, mengungkapkan ada 3 makna yang terkandung dalam peringatan Nuzulul Qur’an. Yang pertama, membudayakan masyarakat membaca kitab suci. Kedua, masyarakat mampu menguasai ilmu dan teknologi. Dan ketiga masyarakat dapat berpikir logis dan bertindak sesuai hukum.

Baca Juga:  Ramadan, Panti Pijat Diminta Tutup

“Budaya membaca Al-Qur’an harus dapat dipupuk sejak dini dan dijadikan kebiasaan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya sekedar dapat membaca, masyarakat juga harus tahu arti dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Aan.

Selain punya makna spritual peningkatan ibadah, makna kedua Nuzulul Qur’an juga memiliki makna sosial. Momentum ini dapat menjadikan umat yang mengusai ilmu dan pengetahuan.

Baca Juga:  Mabuk, 2 Pengendara Terlibat 'Adu Kambing'

“Segala sesuatu tersimpan di dalam Al Qur’an. Semangkin sering kita menulis dan membaca Al Qur’an kita jadi lebih paham dengan ilmu serta ajaran terkandung di dalamnya. Oleh karena itu kita diajarkan untuk banyak-banyak membaca,” Aan.

Nuzul Qur’an juga punya makna pemersatu umat. Sebagai sumber dan pedoman umat yang utama, umat Islam seluruh dunia membaca Al Qur’an dengan cara dan bahasa yang sama. (feb)

Tags:
author

Author: