Maling Kotak Amal Masjid Agung Tertangkap

by -

SUNGAILIAT – Aksi Fendi Herman (20) warga Desa Jelutung, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, akhirnya terhenti. Setelah, pelaku pencurian 4 TKP ini diamankan Polres Bangka. KBO Reskrim Polres Bangka, Ipda Parno didampingi Kanit Pidum Polres Bangka, Bripka Cecep kepada sejumlah wartawan mengatakan, TKP pertama dari Fendi ialah di Center Cell, pada 6 Maret lalu.
Saat itu, ia tidak sendiri melainkan bersama rekannya Al Kodri. “Di counter ini keduanya berhasil mengambil 2 buah PSP, 46 kartu AXIS, 3 buah charger, 2 buah lampu Led, MCB dan 2 buah power bank. Setelah itu kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat,” kata Ipda Parno, kemarin (11/5). Meski begitu kata dia, keduanya terekam CCTV yang ada di counter.
Tak berhenti sampai disitu. Fendi juga mencuri kotak amal di Masjid Agung Sungailiat. Lagi-lagi kata Ipda Parno, aksinya terekam CCTV. Sedangkan TKP ke tiga, Fendi kembali mendatangi conter HP Center Cell. Aksinya pun kembali terekam oleh CCTV yang terpasang. Sementara itu untuk TKP yang terakhir dilakukan oleh 2 orang pelajar SMP yang kini tengah mengikuti ujian nasional yang mana TKP dilakukan sekolah tempat kedua pelajar ini bersekolah.
“Aksi pencurian yang dilakukan oleh kedua pelajar ini yakni dengan mencuri 1 buah CVTV yang terpasang di dalam sekolah. Polisi pun dengan mudah mengetahui siapa pelakunya lantaran aksi kedua pelajar ini terekam oleh CCTV yang terpasang,” tambahnya. Namun untuk otak pelaku di TKP ini adalah Fendi. “Karena untuk TKP terakhir, Fendi meminta kepada kedua pelajar untuk mencuri 1 buah CCTV yang terpasang di sekolah tersebut,” ucapnya.
Ditambahkan oleh Kabag Ops Polres Bangka Kompol Riduan M. Raja Dewa mengatakan, Tim Opsnal Buser Polres Bangka awalnya berhasil mengamankan Fendi Selasa sore kemarin (10/5) dikediamannya tanpa perlawanan. “Dari pengakuan tersangka, kita mendapati 3 nama. Setelah itu kita amankan 3 pelaku lainnya guna dilakukan pemeriksaan,” ungkap Raja Dewa. Menurut Kabag Ops kenapa polisi mengatakan Fendi sebagai otak pelakunya? hal tersebut dikarenakan, dari hasil rekaman CCTV yang terpasangan di 3 TKP itu, ciri-ciri wajah yang terekam kamera CCTV itu adalah wajah Fendi. Sementara itu TKP terakhir yang dilakukan oleh kedua pelajar SMP tersebut itu atas perintah Fendi. “Untuk kedua pelajar mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian sekolah, sehingga dari pihak sekolah dilakukan diversi dengan jaminan pihak sekolah,” jelasnya. Atas perbuatannya, Fendi dan Kodri pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1,4 dan 5 dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara.(rb)