Maman-Gendut Jamin Tak Ada Bakso Tikus

by -

*Adanya Isu Menyesatkan Ini Penjualan Menurun

foto A- isu bakso tikus- maman d gendut bantah -2 - Copy

Foto: ainul yakin
Maman (kanan) adan Gendut saat memperlihatkan daging ikan yang setiap hari diolahjadi bakso ikan.

TANJUNGPANDAN-Merebaknya isu bakso tikus yang beberapa hari lalu sempat mengguncang Belitung, membawa dampak negatif bagi penjual ikan. Pasalnya, dengan adanya isu ini, omset penjualan ikan menurun drastis.
Kondisi tersebut seperti dialami Maman, salah satu penjual ikan di Pasar Impres Kampong Parit, Tanjungpandan. Menurutnya, setelah adanya berita bakso tikus tersebut, dagangan mulai mengalami penurunan penjualan. Akibatnya, jelas sekali penghasilan Maman juga mengalami penurunan.
“Mayoritas pembeli ikan di kios kami adalah penjual bakso di Belitung. Khususnya bakso ikan. Akibat adanya isu ini (bakso tikus,Red), omzet kami menurun drastis,” ujar pria yang sehari-hari kerap disapa Pak Maman ini, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (22/8) akhir pekan lalu.
Dijelaskan Maman, dirinya memastikan bakso yang selama ini dikonsumsi masyarakat, khususnya bakso ikan, tidak mengunakan daging tikus. Sebab, dia mengetahui sendiri cara pembuatannya, termasuk di Warung Bakso Pak Gendut yang memiliki nama asli Gimin tersebut.
“Kebanyakan para penjual bakso membeli daging ikan di tempat kami minimal 40 kilogram, terutama Pak Gendut (Regimin,red). Dan ikan yang dibeli tidak sembarangan, yakni Ikan Mejan. Ikan tersebut harganya Rp 600 ribu perekor,” katanya.
Maman berharap, agar masalah ini cepat selesai. Dan masyarakat tidak percaya dengan adanya isu-isu yang tidak bertanggung jawab. “Intinya, kami jamin tidak ada bakso tikus. Khususnya di warung Pak Gendut. Dan yang menyebar isu menyesatkan itu jelas-jelas membuat orang lain rugi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ragimin (Pak Gendut) mengatakan sejak adanya berita tersebut omsetnya menurun. biasanya ia membeli daging ikan di Pak Maman sebanyak 40 kilo, namun dengan adanya berita ini, dia hanya membeli separuhnya.
“Jelas menurun drastis. Apalagi selain anak-anak pembelinya adalah warga sekitar yang mayoritas usia dewasa. Saya berharap, masyarakat tidak percaya dengan adanya isu ini. Kami tidak menggunakan daging tikus,” katanya.(kin)