Mandra Divonis Penjara 7 Tahun

by -

*Tambahan 6 Bulan dan Denda Rp 1 Miliar Subsider 3 Bulan Kurungan

TANJUNGPANDAN-Cekian alias Mandra terdakwa kasus pengedar dan pemakai narkoba di Belitung hanya bisa pasrah saat saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan Narendra SH, menvonis dirinya dengah hukuman penjara 7 tahun 6 bulan. Vonis Majelis Hakim disampaikan pada sidang yang digelar di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (11/3) kemarin.
Selain itu, Mandra juga di denda Rp 1 miliar atau subsider 3 bulan kurungan. Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Narenda SH dan didampinggi Hakim Anggota Ricky Raya Waruwu dan Mahendra ini, memastikan Mandra terbukti bersalah. “Setelah mendengarkan keterangan dari saksi-saksi, pelaku melanggar Primer Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ujar Narendra SH.
Sebelumnya, Kejaksaan menuntut terdakwa dengan tuntutan 10 tahun penjara. Dan, terdakwa melakukan nota pembelaan melalui lisan. Hingga akhirnya Jaksa Penuntut Umum menolak permintaan keringganan hukuman tersebut.
“Setelah kami menimbang dan memikirkan masak-masak, kita putuskan Cekian alias Mandra di vonis hukuman 7 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar, atau Subsider 3 bulan kurungan,” katanya.
Hal-hal yang menjadi pertimbangan pengadilan, menuntut terdakwa dengan tersebut lantaran dia adalah tulang punggung keluarga. Selain itu, saat persidangan Mandra bersikap sopan dan berkata jujur. “Namun hal-hal yang memberatkan, karena tindakannya melanggar program negara tentang darurat narkoba. Selain itu, tindakannya juga merugikan masyrakat,” tuturnya.
Hakim Narendra menambahkan, mengenai barang bukti sekitar 55 butir plastik sabu dan alat timbang serta handpone miliknya, dirampas oleh negara untuk dimusnahkan. “Sedangkan uang milikya, sebesar Rp 8,5 juta di sita oleh negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Mandra usai persidangan mengatakan, dirinya mengaku pasrah dengan keputusan hakim. Dia menerima apa yang yang telah diputuskan oleh hakim. “Saya terima hukuman tersebut. Mungkin ini sudah nasib saya,” pungkasnya. (kin)