Manggar Dicanangkan Sebagai Kota Atletik

by -

*Beltim Sebagai Pioner Kampung Atletik di Indonesia

????????????????????????????????????
Suasana pertandingan Kejuaraan Atletik Laskar Pelangi Open (KALPO) 2016, di Stadion Utama Beltim, Jumat (20/5) kemarin.

MANGGAR – Kejuaraan Atletik Laskar Pelangi Open (KALPO) 2016 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi dibuka, Kamis (19/5) malam. Pembukaan digelar di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Beltim.

Pembukaan KALPO 2016 dihadiri oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza, Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) dan sejumlah pejabat SKPD Pemkab Beltim.

Selain itu, pembukaan juga dihadiri oleh pengurus Kabupaten dan Provinsi. Pembukaan juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman dan Pengurus PB PASI Pusat Zacky Anwar Makarim. Turut hadir juga ratusan atlet atletik dari sejumlah wilayah di Indonesia yang berpartisipasi  pada KALPO 2016 di Beltim.

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang diikuti dengan penandatanganan pencanangan Manggar sebagai kota atau Kampung atletik.

Pengurus PB PASI Pusat Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim mengapresiasi kepada Pemkab Beltim ataupun PASI Beltim atas ide pencanangan Manggar sebagai kota atau kampung atletik. Dia mengapresiasi dan terkejut atas ide pioner tersebut.

“Pertama kali dalam sejarah Indonesia lahir kota atletik. Saya tidak bisa bayangkan betapa besarnya cita-cita itu,” ungkap Zacky dalam sambutannya.

Zacky kemudian bercerita bahwa ateltik adalah ibu atau dasar dari semua olahraga. Adanya kota atletik diharapkan bisa melahairkan atlet-atlet berkualitas. Dia kemudian bercerita soal prestasi atletik Jamaika dan Kenya yang mencatak prestasi gemilang pada kejuaraan di Beijing dan mengalahkan dominasi negara-negera eropa dan Amerika.

Menurut Zacky, prestasi itu kemudian diteliti dan hasilnya adalah di Jamaika ada penguatan olahraga atletik dari level bawah dengan hadiah-hadiah sederhana. Sementara di Kenya yang tergolong negara miskin, masyarakatnya sangat bangga dan mencintai olahraga lari. Hal yang sama diharapkan muncul di Indonesia melalui Kota Manggar ini.

“Di Indonesia sendiri, Atletik belum bisa berbicara banyak. Selain itu, atletik merupakan cabang yang paling diburu oleh 224 negara di dunia jika dibandingkan dengan bulu tangkis yang hanya 30 negara di dunia dan Prestasi Jamaika dan Kenya itu didapatkannya dari bawah ke atas,” ujar Zacky.

Zacky berharap, pencanangan Manggar sebagai kota atau kampung atletik bisa membawa atlet dari Kabupaten lain atau daerah lainnya datang ke Kota Manggar.  Selain itu, Manggar diharapkan bisa mengangkat marwah atletik Indonesia agar bisa berbuat banyak di Sea Games atupun Asean Games..

“Sekarang ini saja, Manggar sudah membuat proyek pioner kampung atletik untuk kota-kota lainnya di Indonesia. Pencanangan Manggar sebagai kota atletik sangat spesial. Mungkin perlu dibuat payung hukum berupa Perda. Agar siapapun Bupatinya, Kota atetik dapat terus berlangsung. Dan bisa menjadi insipirasi bagi daerah lain,” tuntasnya.
Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza menyampaikan selamat datang kepada Ketua KONI dan Pengurus PB.Pasi Pusat dan seluruh atlet atletik dan official KALPO 2016.

Yuslih mengatakan, event KALPO 2016 dikemas dengan tujuan membangun silaturahmi sesama atlet dan pembinaan olahraga atletik.
“Kami berharap pencananganan ini dapat menjadikan Beltim sebagai icon atletik nasional dan internasional. Dan dapat dijadikan agenda tetap pemerintah untuk olahraga atletik. Event ini dapat dijadikan ajang evaluasi berjenjang, bertahap, dan berkelanjutan untuk olahraga atletik. Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tampilkan teknik yang dimiliki dan junjung sportivitas dan menunjukkan kedewasaan kita,” terang Bupati.

Disisi lain, Ketua Panitia Pelaksana KALPO 2016 Evi Nardi mengatakan, KALPO 2016 akan diselenggarakan pada 19-22 Mei. Dan pada umumnya Belitung merasa terhormat karena menjadi tuan rumah event ini. Evi juga menyampaikan ucapan terimakasih atas seluruh atlet dan official yang telah hadir.

Evi menuturkan, ide KALPO 2016 muncul setelah Beltim menjadi tuanrumah cabor atletik pada Porwil se-Sumatera 2015 lalu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi olahraga, menjaring bibit atlet potensial, dan meningktakan kualitas keolahragaan dan serta merajut persatuan dan kesatuan atlet atletik di seluruh Indonesia.

“Kalpo tahun 2016 ini, diikuti oleh 567 atlet untuk 40 nomor yang dipertandingkan. Pada hari terakhir, 22 Mei mendatang, nomor yang dipertandingkan adalah nomor Marathon 10 K dengan rute Start dan finisih di kawasan Stadion Utama Beltim,” sebut Evi.

Yang ikut pada KALPO tahun ini, lanjut Evi diikuti oleh Seluruh atlet Atletik dari sabang sampai Merauke hadir di Beltim. Dan tak lupa Evi juga menyampaikan permohonan maaf jika banyaknya kekurangan dalam pelaksanaannya, mengingat adanya keterbatas sebagai pelaksana.

“Kami dari panitia juga memohon maaf apabila banyak kekurangan dalam pelaksanaan ini, mengingat keterbatasan Kami sebagai pelaksana,” tutup Evi. (feb)