Mantan Dirut Kobatin Bebas

by -

*Disandera Kantor Pajak Sejak 25 Mei 2016
*Hutang Pajak Telah Lunas

beliongekspres.co.id Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka melepaskan sandera Kamardin M Top (KMT) dari Cabang Rumah Tahanan Sungailiat di Muntok, Bangka Barat.   KMT, Warga Negara Malaysia, merupakan Penanggung Pajak PT. Koba Tin (KT), disandera sejak Rabu, 25 Mei 2016 lalu, karena belum melunasi hutang pajaknya. Pelepasan KMT dilakukan setelah PT KT melakukan pembayaran hutang pajak serta biaya penagihan.

Pelepasan tersebut sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-218/PJ/2003 tanggal 30 Juli 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyanderaan dan Pemberian Rehabilitasi Nama Baik Penanggung Pajak yang Disandera. Bahwa, Penanggung Pajak yang disandera dilepas dari Rumah Tahanan Negara/Lembaga Permasyarakatan apabila Utang Pajak dan biaya telah dibayar lunas.

Dalam siaran persnya Kepala Kantor KPP Pratama Bangka, Dwi Hariyadi mengatakan, pada prinsipnya penagihan pajak dilakukan dengan memperhatikan itikad baik Wajib Pajak dalam melunasi utang pajaknya. Tindakan penyanderaan ini tidak dilakukan selama Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik.

Katad dia, sehubungan dengan hal tersebut, KPP Pratama Bangka menghimbau agar seluruh Wajib Pajak khususnya yang berada di Kepulauan Bangka untuk bisa memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik guna menghindari tindakan pencegahan atau penyanderaan. Selain itu juga diingatkan bahwa pada tanggal 31 Maret 2017 merupakan batas terakhir bagi Wajib Pajak yang ingin memanfaatkan program amnesti pajak.

Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.

Selain itu juga, dihimbau kembali kepada Wajib Pajak Orang Pribadi bahwa batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh OP tahun Pajak 2016 adalah 31 Maret 2017. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pajak sebagai sumber penerimaan negara terbesar, maka diharapkan agar kemandirian pembiayaan pembangunan dapat segera terealisir. (red)