Marina Sudah Lama Terkonsep

by -

*Disdudpar Bantah Rencana Pembangunan Belum Matang

foto HL foto A fc
Sekretaris Disbudpar Beltim, Rusman memperlihatkan peta rencana pembangunan pariwisata di Kabupaten Beltim yang didalamnya berissi tentang pembangunan Marina Internasional.

MANGGAR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) membatah jika ada pihak yang menyatakan pembangunan Marina Internasional di kawasan Kolong Bandung River Desa Baru Kecamatan Manggar dianggap belum matang dan terkesan dipaksakan.

Malah konsep pembangunan marina yang rencannya akan rampung pada Bulan Oktober 2015 ini, sudah dilakukan studi kelayakan dan dibuatkan master plan sejak tahun 2011 lalu.

“Konsep pembangunan marina internasional di kawasan Bandung River sudah ada sejak tahun 2011, tepatnya sesudah pelaksanaan Sail Indonesia. Malah pembuatan studi kelayakan dan master plannya pendahuluan dan laporan akhir yang dibuat oleh PT Bina Marina Nusantara sudah lama rampung,” terang Kepala Disbudpar Beltim, Helly Tjandra, melalui Sekretaris Disbudpar Beltim, Rusman seusai Rapat Pembangunan Marina di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (17/3) kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Wadah Kajian Strategis Pembangunan Daerah (Wakasbangda) Beltim, Rudi Juniwira menilai rencana tersebut suatu bentuk pemaksaan program kerja oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama.

Secara perencanaan kata Rudi, pembangunan Marina Internasional di kawasan kolong Bandung River Desa Baru Manggar dinilai belum matang sama sekali. Terutama berkaitan dengan kesesuaian lokasi yang akan dibangun Marina tersebut.

Rusman yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Maryati, menyatakan tidak tepat jika ada pihak-pihak yang menyatakan rencana pembangunan terkesan dipaksakan dan tidak matang. Ia mempersilahkan pihak-pihak yang ingin tau tentang konsep pembangunan marina untuk datang ke Disbudpar.

“Pembangunannya sudah jelas melalui tahapan seperti studi kelayakan, master plan dan lain-lain. Kawasan Bandong River memang sudah lama kita persiapkan sebagai Kawasan Wisata Bahari Dunia. Rapat mengenai rencana pembangunan ini juga sudah puluhan kali digelar. Syarat-syarat teknis sudah dikerjakan oleh dinas teknis terkait, malah DED (Detail Engeneering Design) sudah pernah diajukan oleh PU cuman batal. Kalau ingin tau lebih jelas, silahkan datang ke kantor,” ungkap Rusman.

Sementara itu, Bupati Beltim Basuri T Purnama mengaku tidak habis pikir dengan pihak-pihak yang mengkritisi pembangunan marina. Ia mempersilahkan siapa saja boleh mengkritik program pembangunan pemerintah, namun jangan sampai menggangu proses pembangunan karena pembangunan semuanya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

“Silahkan jika ingin kritik, tapi baca duluk baca dan pahami baik-baik. Biar tahu di luar itu seperti apa, jangan asbun (asal bunyi, red). Kalau tidak suka dengan pembangunan atau kemajuan yang ada Beltim, jangan kayak gitu. Kalau semua bisa saya atur, saya juga mau dari awal-awal bangunnya (marina). Kita fair saja, bertahun-tahun lalu kita sudah dapat investor, tapi diganggu. Ada gak yang mau bantu saya supaya tidak diganggu,” tanya Basuri.

Terkait luas area lokasi pembangunan marina yang hanya kurang lebih 5 hektar, Adik Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ini mengatakan tak ada masalah terkait luas mengingat di Singapura malah banyak yang tidak seluas itu.

“Di Singapura, nggak sampai lima hektar, Malah di pulau sekecil itu ada puluhan marina. Ini kan cikal bakal marina di seluruh Pulau Belitung. Jadi mohonlah setiap pihak mendukung rencana pembangunan ini,” pinta Basuri.

Basuri juga menekankan semua yang dilakukannya murni untuk membangun Beltim. Ia bahkan menyatakan rela tidak terpilih lagi jika masyarakat Beltim menganggapnya sebagai Bupati yang gagal.

“Saya iklhas masyarakat tidak pilih saya, kalau masyarakat anggap saya gagal. Tujuan saya cuma satu, Kabupaten Beltim harus berhasil dan maju. Gimana lihat keberhasilannya, waktu yang tentukan. Target pembangunan marina ini kan Oktober sudah selesai,” tutup Basuri. (feb)