Masa Kampanye Rawan Kecurangan

by -

MUNTOK – Kapolres Bangka Barat (Babar), AKBP Daniel Viktor Tobing, S.IK menilai potensi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sering kali terjadi pada tahapan sosialisasi atau kampanye. Termasuk beberapa tahapan lainnya seperti perhitungan suara.
“Kami (kepolisian) akan mengambil tindakan tegas apabila ada oknum-oknum yang dapat mengganggu situasi kamtibmas yang saat ini sudah cukup kondusif,” tegas Kapolres saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (27/8).
Dikatakannya, sejak Kamis (27/8) tahapan sosialisasi atau kampanye paslon sudah mulai dilaksanakan. Ia pun menghimbau seluruh pendukung pasangan calon pada Pilkada Babar untuk menaati segala peraturan terkait pelaksanaan pilkada. Bahkan, Kapolres tidak segan-segan menindak tegas peserta pilkada maupun pendukungnya apabila kedapatan melakukan pelanggaran sebagaimana yang diatur didalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang pelaksanaan pilkada Gubernur, Bupati Walikota.
“Selaku Kapolres Babar saya mengajak seluruh paslon, pendukung paslon dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama mengawal, menjaga, serta menciptakan pelaksanaan pilkada di Babar ini dapat dijadikan referensi atau percontohan bagi daerah-daerah lainnya,” ujar dia.
“Tentunya semua itu, bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab kita semua,” tambah Daniel Tobing.
Dalam kesempatan itu, Ia meminta Panwaslu Babar dapat mengantisipasi terjadinya kampanye hitam (black campaign). Mengingat kepolisian tidak bisa langsung menindaklanjutinya tanpa ada hasil laporan dari Panwaslu.
“Setiap penindakan, kita harus tunggu analisa dari panwaslu yang didalamnya juga terdapat Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Biasanya ada tenggang waktu untuk melakukan kajian dan analisa dari pihak panwaslu. Jika memang ditemukan ada unsur pidananya maka akan kita (polisi) tindaklanjuti dengan proses penyelidikan,” ujar Daniel Viktor Tobing, S.IK. (ray)