Masa Tenang APK Ditertibkan, Paslon Wajib Nonaktifkan Medsos untuk Kampanye

by -
Masa Tenang APK Ditertibkan, Paslon Wajib Nonaktifkan Medsos untuk Kampanye

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Memasuki masa tenang Pilkada 2020, tanggal 6-8 Desember, KPU bersama PPK dan PPS se Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melakukan penertiban, Ahad (12/6) dinihari kemarin.

Berbeda dengan Pileg dan Pilpres 2019 lalu APK di masa tenang di tertibkan oleh Bawaslu, namun pada Pilkada 2020 APK yang masih terpasang ditertibkan oleh KPU dan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja. Bawaslu dan jajarannya hanya melakukan pendampingan dan pengawasan penertiban APK di dalam zona maupun di luar Zona.

Pantauan Belitong Ekspres, terhitung pukul 00.01 WIB, Ahad (12/6) KPU Beltim bersama rombongan dibawah pengawasan Bawaslu Beltim serta jajaran Kecamatan hingga Desa mulai bergerak menertibkan APK yang masih terpasang.

Ketua KPU Beltim, Rizal menuturkan penertiban APK menandai berakhirnya masa kampanye selama 71 hari yang dimulai pada tanggal 26 September sampai 5 Desember 2020. “Tanggal 6 sampai 8 Desember itu adalah masa tenang, ini tentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan bahwa dilarang ada bentuk kampanye apapun,” ujar Rizal.

Menurutnya dalam hubungan dengan kegiatan kampanye, tidak hanya tatap muka pertemuan terbatas, namun media sosial dan juga pemasangan alat peraga yaitu misalnya baliho, spanduk, umbul-umbul.

“Memasuki tanggal 6, kami (KPU) bersama dengan Bawaslu Belitung Timur Satpol PP dan pihak keamanan kepolisian melakukan penertiban. Sebelumnya beberapa hari yang lalu kami sudah mengimbau kepada parpol, tim paslon pengusung paslon untuk menertibkan APK-nya karena ini merupakan kewajiban mereka untuk penertiban APK atribut kampanye ini, jika tidak maka ya kita lakukan kegiatan bersama ini yaitu penertiban APK,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu, Belitung Timur (Beltim) Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Ihsan Jaya mengatakan memasuki masa tenang Bawaslu menghimbau kepada semua pihak.

Baik itu pasangan calon, tim kampanye maupun partai politik supaya tidak melakukan segala bentuk aktifitas kampanye baik melalui pertemuan tatap muka ataupun yang lain-lain termasuk di media sosial. “Semua para pihak terutama calon untuk wajib menonaktifkan akun media sosial yang digunakan untuk pelaksanaan kampanye,” ujarnya.

Bawaslu juga akan melakukan patroli di wilayah Bawaslu kabupaten di wilayah Kabupaten Beltim, melibatkan jajaran Bawaslu baik di tingkat Kecamatan tingkat desa dan juga sampai dengan tingkat TPS.

“Kami menginstruksikan untuk melakukan patroli. Bukan hanya itu kami juga membuka posko pengaduan terkait dengan pemilih seandainya masih ada yang belum terdaftar dalam DPT, karena mereka yang sudah mencukupi syaratnya agar supaya menginformasikan baik ke Bawaslu langsung maupun ke jajaran pengawas pemilu di tingkat Kecamatan tingkat Desa bahkan sampai dengan tingkat PPS,” bebernya. (msi)