Masalah Asmara Pemuda Dikeroyok, 7 Pelaku Diamankan Polisi

by -
Masalah Asmara Pemuda Dikeroyok, 7 Pelaku Diamankan Polisi
Korban pengeroyokan Ro saat diperiksa polisi. (ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Awal tahun Polsek Tanjungpandan mengungkapkan kasus pengeroyokan yang terjadi akhir Desember 2020 lalu. Sebanyak 7 orang sudah diamankan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan.

Mereka adalah pria berinisial N F (20), Ar (18), Jo (20), Ol (18), VA (16), IA (15) dan RM (17). Ke-7 orang yang terlibat penyeroyokan saat ini sudah berada di Polsek Tanjungpandan.

“Mereka diamankan karena melakukan pengeroyokan terhadap korban Ro (19), di kawasan Padang Tekukur, Paal Satu, Sabtu (26/12),” kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Iman Teguh Prasetyo melalui Kanit Reskrim Ipda I Made Wisma Rahma Saputra, Minggu (3/1).

Dia menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat korban hendak bertemu dengan para pelaku. Tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan asmara temannya. Setelah itu terjadilah pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Jodi dkk.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian punggung dan pinggang, serta mengalami memar, lecet di bagian kepala. Usai kejadian itu korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan.

Mendapatkan informasi tersebut, Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hingga akhirnya mereka berhasil mengamankan Jodi di kawasan Pak Tahau.

Setelah itu, pihak kepolisian melakukan pengembangan. Lalu, Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan menangkap sejumlah pelaku lainnya di kawasan Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (1/1) akhir pekan lalu.

Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti satu bilah Pisau dengan gagang berwarnah hitam beserta sarung. Lalu, satu helai baju berwarna biru yang berlumur darah korban.

Selain itu, juga polisi juga mengamankan satu helai celana jeans panjang berwarna biru, satu buah sapu lidi dan pecahan botol beling. Untuk korban sudah dilakukan visum, serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Untuk keterangan lebih lanjut kami akan menggelar konferensi pers, Senin (4/1) siang ini,” ungkap Ipda I Made. (kin)