Masih Didominasi Perkebunan.

by -

MANGGAR – Nilai investasi Penanaman Modal (PM) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada triwulan IV tahun 2014 terealisasi sebesar Rp.252.297.397.402,-. Sumbangan investasi sektor primer bidang tanaman pangan dan perkebunan menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp. 203.751.086.664,-. Sementara, sektor tersier bidang hotel dan restoran menjadi yang terendah, yakni sebesar Rp. 80.000.000,-.

Realisasi di sektor primer bidang pertambangan juga relatif menurun yang hanya berkontribusi sebesar Rp.200 juta. Untuk sektor sekunder bidang industri lainnya menambah investasi senilai Rp. 47.321.310.738,- dan sektor konstruksi menanamkan modal senilai Rp. 945.000.000,-.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT dan PM) Kabupaten Beltim, Heryanto mengatakan investasi bidang tanaman pangan dan perkebunan dalam bentuk mesin untuk operasional pabrik.

“Jadi bukan perputaran uang, misalnya perusahaan membeli mesin maupun peralatan lainnya untuk pabrik. Kalau memang bentuknya uang, pastinya jumlah tersebut cukup besar,” ungkap Heryanto, Kamis (30/4) pekan lalu.

Secara rinci, realisasi penanaman modal tahun 2014 terbagi menjadi dua macam, yakni Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN). Dengan sumbangan realisasi PMA senilai Rp. 201.653.183.980,- dan PMDN senilai Rp. 2.097.902.684,-.

“Penyerapan tenaga kerja asing sebanyak 37 orang dan tenaga kerja lokal sebanyak 8111 orang. Kebanyakan bekerja di sektor perkebunan,” jelas Heryanto.

Sepanjang tahun 2014, BPPT dan PM Kabupaten Beltim juga mencatat rencana investasi mencapai 20 proyek penanaman modal. Jika berjalan, nilai investasi diperkirakan mencapai Rp. 281.640.500.000,-.

“LKPM pelaporannya ada triwulan ada perenam bulan. Karena investasi tidak sekaligus tapi bertahap. Untuk yang belum operasional, dalam tahap konstruksi misalnya, itu menyampaikan operasional sesuai progres,” tuntasnya. (feb)