Masih Selimuti Muntok

by -1 views

MUNTOK-Kabut asap tipis disertai bau menyengat hingga Selasa (8/9) kemarin masih menyelimuti Muntok, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di ujung barat Pulau Bangka tersebut.”Kabut asap dalam lima hari terakhir cukup terasa dan mengganggu pernafasan, kami terpaksa membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah karena takut sesak nafas,” ujar ibu rumah tangga, Rini (32) kemarin.
Ia mengatakan saat musim kemarau panjang di daerah itu sering terjadi kabut asap, bahkan dalam tiga tahun terakhir semakin tinggi tingkat ketebalannya.”Selain mengganggu pernafasan, kabut asap juga mengganggu jarak pandang, apalagi pada pagi hari,” kata dia.
Pantauan di lapangan, sejak pagi hingga siang sekitar pukul 12.00 WIB Gunung Menumbing yang menjulang tinggi di sebelah utara kota tersebut tidak terlihat sama sekali karena pekatnya kabut asap yang menyelemuti gunung berketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut tersebut.
Pada saat cuaca cerah dan tidak ada kabut asap, gunung kebanggaan masyarakat setempat tersebut terlihat indah, bahkan puncak Menumbing bisa dilihat dengan jelas.Sebagai langkah antisipasi terjadinya gangguan kesehatan masyarakat setempat, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan telah membagikan masker kepada warga di daerah itu.
“Pembagian masker ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai antisipasi berbagai kemungkinan gangguan kesehatan masyarakat saat datangnya kabut asap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Andri Nurtito.
Ia mengatakan, kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir masih dalam tingkat normal, namun masyarakat diharapkan tetap waspada dan bisa menjaga diri agar tidak mengalami gangguan kesehatan.”Kabut asap bisa mengganggu saluran pernafasan, batuk, sesak, mata perih dan pusing-pusing, untuk itu kami harapkan pada saat terjadi kabut asap masyarakat melakukan antisipasi dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan penggunaan masker standar,” kata dia.(rb/ant)