Massa Nelayan Datangi PT Timah, Minta Semua SPK Dicabut

by -
Massa Nelayan Datangi PT Timah, Minta Semua SPK Dicabut
Aksi Para Nelayan di depan Kantor PT Timah, Kemarin.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Tradisional se Pulau Bangka mendatangi Kantor PT Timah, Senin (5/4) kemarin.

Mereka menggelar unjuk rasa guna mendesak PT Timah agar segera mencabut surat perintah kerja (SPK) PT Timah yang berada di seluruh wilayah perairan Pulau Bangka. Kendati sempat diguyur hujan, namun massa tetap bertahan untuk menanti jawaban dan titik terang dari PT Timah.

Koordinator Aksi Gerakan Nelayan Tradisional se Pulau Bangka, Suhardi menegaskan, ada beberapa tuntutan nelayan dalam aksi ini. Namun yang paling prioritas ialah meminta PT Timah untuk segera mencabut SPK yang berada di seluruh wilayah perairan Pulau Bangka.

Seperti di perairan Matras, Pesaren Belinyu, Tuing, Teluk Kelabat di Kabupaten Bangka, Batu Perahu Bangka Selatan dan perairan Belo Laut Bangka Barat. “Jadi harapan kami PT Timah mengabulkan tuntutan kami para nelayan, karena aktivitas tambang itu sangat mengganggu areal tangkap kami,” kata Suhardi.

Suhardi mengaku, sejak pembuatan SPK tersebut para nelayan tidak dilibatkan, dikarenakan pihak PT Timah langsung meminta izin kepada pihak yang bukan nelayan. Karena itu, para nelayan pun merasa terzolimi.

“Kondisi ini sudah kami rasakan cukup lama. Untuk itu, kami tetap akan menunggu di sini (PT Timah-red) hingga permintaan kami dikabulkan, walau oun sehari, dua hari ataupun tiga hari ke depan,” tuturnya.

Namun sayangnya, massa yang ingin bertemu langsung dengan Direktur PT Timah Tbk tak bisa dipenuhi lantaran tidak berada ditempat. Massa hanya ditemui Divisi Pengamanan PT Timah, Tasyono.

Menurut Tasyono, Dirut PT Timah hingga para pejabat PT Timah sedang tidak berada di tempat. “Mohon maaf para pejabat tidak ada tempat, jadi tidak bisa ditemui. Terhitung 5 hingga 9 April, semuanya berangkat ke Jakarta untuk menghadiri rapat,” tukasnya.

Melihat kondisi itu, massa pun sempat bersitegang dengan pihak pengamanan. Massa beralasan bahwa selama ini pihaknya selalu mendapatkan jawaban yang sama yakni petinggi PT Timah tidak berada di tempat. (pas)