Masuk Babel Harus Tes Antigen

by -
Masuk Babel Harus Tes Antigen
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

belitongekspres.co.id, Lonjakan penyebaran kasus Covid-19 di Bangka Belitung (Babel) masih berpotensi akan terjadi. Kekhawatiran tersebut muncul mengingat tingginya kedatangan masyarakat datang ke Bumi Serumpun Sebalai pasca libur lebaran Idulfitri.

Hal ini pun tak dibantahkan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. Dirinya pun tampak cemas, dan memastikan petugas di pintu masuk Babel dapat mempersiapkan diri. Sebab akan ada puluhan ribu penumpang berdatangan ke Babel.

“Sebelum larangan mudik saja yang berpergian hampir 15 ribu penumpang, itu baru terdata di bandara Depati Amir saja, belum di Tanjungpandan. Dan pastinya pas mereka datang ksini tidak sendiri, tapi double,” kata Erzaldi usai apel bersama petugas di Bandara Depati Amir, Senin (17/5) kemarin.

Oleh karenanya, mengantisipasi kedatangan penumpang pihaknya telah mengeluarkan kebijakan tes Swab Antigen bagi setiap orang yang datang baik melalui bandara maupun pelabuhan.

“Harus tes antigen walau memiliki surat perjalanan sehat atau sudah di swab antigen di daerah sebelumnya. Jangan khawatir, ini gratis. Kami sediakan 10 ribu untuk semua pelabuhan dan bandara,” katanya.

Langkah ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah provinsi untuk menekan penyebaran Covid-19 di Babel dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu kata dia, masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi dengan baik dan tertib.

“Karena kasus di kita terus naik. Makanya kami sepakat keluarkan kebijakan ini. Jika ada masyarakat yang dinyatakan reaktif, akan langsung dibawa ke wisma karantina untuk diisolasi,” tukasnya.

Sebelumnya, diketahui berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat kasus terkonfirmasi virus corona sudah menyentuh angka 15.649 orang. Dalam satu minggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan Positif Covid-19 sebanyak 715 orang. Sementara orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 10 orang.

“Orang yang terkonfirmasi Covid-19 pekan ini mengalami penurunan, tapi lonjakan atau penularan Covid-19 massif masih terjadi terutama di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka Tengah,” papar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno.

Terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata, lantaran melalaikan dan mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan Protokol Kesehatan.

Di samping itu, ketidakdisiplinan mereka yang dinyatakan positif Covid-19 untuk menjalani swaisolasi atau karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya serta ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif Covid-19 menambah panjang daftar orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Bab.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda, libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun ini seperti tahun sebelumnya berpotensi menjadi sarana penularan dan penyebaran Covid-19 yang akan meluas. Pasca libur lebaran diperkirakan akan terjadi lonjakan dan penularan kasus Covid-19 di Babel,” sebutnya. (jua)