Masyarakat Adat Suku Sawang Ikut Ujian Paket A

by -
foto kriian. Ujian Paket A suku sawang
Masyarakat Adat Sawang Gantong, saat mengikuti ujian paket A.

GANTUNG-Sebanyak 36 peserta, 13 orang di antaranya berasal dari Masyarakat Adat Sawang Gantong, mulai Senin (16/05) sampai dengan Rabu (18/05) berhak untuk mengikuti Ujian penyetaraan pendidikan formal paket A. Ujian penyetaraan ini merupakan salah satu program pendampingan eksklusi social yang dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Penelitian – Air Mata Air (LPMP Amair) di Kabupaten Beltim.

LPMP Amair selaku Civil Social Organization (CSO) yang dipercaya dan ditunjuk oleh The Asia Foundation (TAF) dan Kemitraan (Partnership) Indonesia,  melalui Program Peduli yang bernaung di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko. Bidang PMK) RI.

Direktur Eksekutif LPMP Amair Epan Yudistira mengatakan, ujian penyetaraan paket A ini dilaksanakan di salah satu ruang kelas SDN 09 Gantung Dusun Seberang Desa Selising Kecamatan Gantung, yang berjarak kurang lebih 1 Km dari Pemukiman Sawang Gantong.

Dengan berjalan kaki bersama, bercelana panjang, berbaju kemeja dan bersandal jepit, 13 peserta yang berasal dari Masyarakat Adat Sawang Gantong dengan cukup antusias dan bersemangat mengikuti Ujian Paket A tersebut.

“Pelaksanaan Ujian Paket A ini, mereka tempuh selama 3 hari  (Senin-Rabu 16-18/5), mulai pukul 13. 30 WIB – pukul 18. 00 WIB, berdasarkan waktu yang diatur disetiap mata pelajaran yang diujikan,” kata Epan dalam siaran pers yang diterima Belitong Ekspres, kemarin.

Dengan mengikuti dan lulus Ujian Paket A ini, peserta yang berasal dari Masyarakat Adat Sawang Gantong, diharapkan bisa diterima di kalangan masyarakat non Sawang dan merubah stigma negatif yang selama ini melekat didiri mereka. Lantas, dengan bersekolah, mereka ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka pun berpendidikan dan bisa punya ijazah.

“Usia bukan halangan untuk meraih gelar pendidikan pada lembar ijazah, yang penting kemauan dan tekad,” ungkap Ronny Zukriyan (17),  salah seorang Kader Peduli yang juga peserta Ujian Paket A yang berasal dari Masyarakat Adat Sawang Gantong.

Hal tersebut dibuktikan dengan mereka berangkat berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 1 Km secara bersama-sama untuk menuju tempat Ujian Paket A. Upaya itu merupakan salah satu semangat baru bagi mereka pemuda-pemudi Masyarakat Adat Sawang Gantong.

“Masyarakat Adat Sawang Gantong ini mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Sekolah Dasar (SD) Paket A secara gratis, di bawah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim,” tandas Epan. (*yud)