Masyarakat Didorong Manfaatkan Perpustakaan

Masyarakat Didorong Manfaatkan Perpustakaan

Caption : Foto bersama para peserta kegiatan stakeholder meeting Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Masyarakat didorong untuk memanfaatkan perpustakaan daerah sebagai ruang mendapatkan informasi dan melakukan banyak kegiatan positif lainnya.

RajaBackLink.com

“Intinya berkunjung saja ke Perpusda Beltim. Di sana segala sumber informasi dapat diperoleh. Masyarakat jangan lepas untuk membaca buku, apalagi di Perpusda banyak kegiatan dan aktifitasnya bukan hanya sebatas membaca buku,” ungkap Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Beltim, Leo Ardiansyah, Rabu (21/8).

Ditemui dalam acara Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Leo mengatakan, kunjungan di perpustakaan daerah Kabupaten Beltim memang mengalami peningkatan seiring kehadiran fasilitas pendukung yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. “Minat baca tiap tahun meningkat. Ini terlihat dari tingkat kunjungan yang melebihi dari target,” kata Leo.

Leo juga menyatakan, pihak perpustakaan daerah menyadari pentingnya penyediaan buku-buku non fisik yang dikenal dengan e-book. Karenanya, ke depan perpustakaan daerah akan bertransformasi dengan kelengkapan koleksi e-book. “Kita mengarah ke sana juga,” sebut Leo.

Sementara itu, Leo juga membeberkan fakta bahwa belum seluruh Desa memiliki perpustakaan. Sampai saat ini baru 19 Desa yang memiliki perpustakaan dari total 39 Desa se Kabupaten Beltim. “Kalau ketersediaan buku, kita dari Perpusda bantu. Bantu ini bukan dalam arti kita seperti bansos tapi sirkulasi,” ujar Leo.

Menurut Leo, sirkulasi yang mereka lakukan adalah secara periodik menukar buku bacaan di perpustakaan Desa dari koleksi milik perpustakaan daerah. “Ini biar beban mereka (perpustakaan desa) ringan, sebab kalau pengganggaran buku lumayan besar,” jelasnya.

Bukan hanya sirkulasi buku, Perpustakaan daerah juga melakukan evaluasi dan pembinaan rutin bagi pengelola perpustakaan Desa. Termasuk mendorong Desa-Desa agar memiliki perpustakaan Desa.

“Kalau kami intinya terus melakukan pembinaan untuk desa yang belum memiliki perpustakaan. Karena kendala mereka adalah belum berani. Kami juga sangat mungkin berkoordinasi dengan Dinas sosial agar mendorong desa,” ujar Leo.

Leo mengakui, Indonesia menempati urutan kedua dari belakang terkait minat baca. Meski demikian, intervensi pemerintah dalam upaya menumbuhkembangkan minat baca terus digalakkan.

“Salah satuhya program transformasi berbasis inklusi sosial karena untuk pengukuran terbelakang tentu banyak faktor. Bukan hanya dalam hal baca tulis tapi kemampuan literasi ekonomi, akuntansi, digital dan lainnya. Semoga kedepan bisa lebih baik,” harap Leo.

(Muchlis Ilham | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply