Masyarakat Mempaya Resah, Pembunuh Bebas Hukuman

by -
Orgil Pembunuh
Kacang saat di BKJM beberapa bulan lalu.

Pelaku Penderita Gangguan Jiwa
Pernah Habisi Pacar & Ayah Kandung

belitongekspres.co.id, DAMAR – Peristiwa yang meresahkan masyarakat terjadi di Desa Mempaya, Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hal tersebut dipicu adanya pelaku pembunuh ayah kandung yakni DR (45), yang dibebaskan dari hukuman karena mengidap gangguan jiwa.

Sebelumnya, pada Jumat (9/8) bulan lalu, DR alias Kacang dievakuasi kepolisian ke Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BKJM), usai membacok kepala Ayahnya. Kini, sejak beberapa minggu terakhir wajah Kacang kembali hadir di Desa Mempaya. Karena itu masyarakat kian resah.

Tak hanya ayah kandung, kejadian menggegerkan pernah terjadi 21 tahun yang lalu di tahun 1998. Kacang menghujam kepala pacarnya dengan sebilah Kampak hingga sang pacar tewas mengenaskan. Kepala Desa Mempaya, Safron, menyebutkan, hingga saat ini, masyarakat Desa Mempaya belum siap menerima kehadiran Kacang di Desa tersebut.

“Kami, dari masyarakat keberatan kalau dia balik. Baik keluarga maupun dari sisi masyarakat. Karena orang itu (Kacang), ngendatang-ngendatang (dadakan) sakitnya. Dia kadang-kadang bagus, kalau ada obatnya. Kalau dirumahkan, khawatir dia tidak mau makan obat,” ungkap Safron kepada Belitong Ekspres, Rabu (16/10) kemarin.

Oleh karena itu, Safron berharap agar Kacang mendapatkan perawatan intensif, baik di BKJM maupun di RSJ. “Jadi, kalau bisa dia itu ditahan. Dirawat lagi di Menggarawan (BKJM),” pintanya.

Diceritakan Safron, bahwa Kacang sempat mendapatkan perawatan di Bangka, namun dipulangkan. “Mungkin pada saat itu sempat sembuh, jadi dibolehkan pulang. Namun, kami belum yakin dia sembuh, seperti kejadian waktu itu,” ujarnya.

Masyarakat mengkhawatirkan Kacang akan kumat lagi, karena peristiwa yang dilakukan oleh Kacang jika Ia kumat akan berbahaya. “Akhirnya kami masyarakat resah. Karena keluarga juga tidak akan tahan menjaganya siang malam. Rencannya, kami akan bertanya ke Bupati maupun Wakil Bupati, gimana ngatasi persoalan ini. Kami rencananya bersama BPD, tiga Kadus, akan mempertanyakan persoalan ini,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kacang adalah pasien gangguan jiwa. Pada Jumat (9/8) sekira Pukul 15.00 WIB bertempat di kediamannya, Jalan Tinjau Desa Mempaya, Korban Asmiran (74) yang merupakan Ayahnya berencana mengajak Dia untuk berobat ke Panti Kesehatan Jiwa Selinsing.

Saat itu, Kacang sudah tiga hari sebelumnya menunjukan sifat yang kurang baik. Di mana Kacang adalah Pasien Rawat Jalan BKJM (Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat) Beltim sejak Tahun 2017, dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sungai Liat.

Kemudian, Korban Asmiran dan Istrinya (Jumiati) sedang duduk di teras belakang rumah kediamannya. Lalu, dari arah belakang Dia yang sudah memegang Parang/Golok langsung membacok kepala Ayahnya.

Usai membacok ayahnya, Kacang sempat kabur. Kemudian ia berhasil ditangkap dan diamankan di BKJM Menggarawan. Beberapa hari kemudian, sang ayah meninggal usai mendapat perawatan intensif di RSUD Beltim.

Mengulas kisah awal Kacang mengalami gangguan jiwa, saat dia melakukan pembunuhan keji terhadap pacarnya 21 tahun yang lalu. Masalah awalnya dipicu api cemburu. Secara diam-diam dia mendatangi pacarnya yang sedang asik nonton hiburan musik, tiba-tiba dihunjamkannya kampak ke kepala sang pacar, hingga isi kepala korban berhamburan.

Akibat perbuatannya, pada tahun 1998 itu dia menjalani hukuman penjara selama 6 tahun. Sejak itulah dia mulai mengalami gangguan jiwa serius hingga dirawat di RSJ Sungai Liat. Kemudian sejak tahun 2017 hingga saat ini Kacang menjadi pasien rawan jalan. (dny)