Masyarakat Sungai Samak Keluhkan Limbah Sawit PT PUS

by -
Masyarakat Sungai Samak Keluhkan Limbah PT PUS
 Aliran Limbah yang di duga dibuang oleh PT. Pratama Unggul Sejahtera.

belitongekspres.co.id, BADAU – Masyarakat Desa Sungai Samak Kecamatan Badau keluhkan pembuangan limbah sawit PT. Pratama Unggul Sejahtera (PUS). Limbah cair berwarna coklat kehitaman tersebut juga menimbulkan bau busuk dan menyengat.

Tak hanya itu, limbah cair yang berasal dari pabrik pengolahan sawit itu, diduga dengan sengaja dialirkan ke sungai yang menuju ke laut. Sehingga hal tersebut membuat masyarakat menjadi resah lantaran limbah akan merusak ekosistem dan habitat perairan sekitar.

Masyarakat juga mempertanyakan izin UKL-UPL serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari perusahaan sawit tersebut. Pembuangan limbah sawit diperkirakan sudah berlangsung sejak tahun 2019. Bahkan sudah disampaikan kepada DPRD kabupaten Belitung saat masa reses di Kantor Kecamatan Badau beberapa waktu lalu.

Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Samak juga sudah pernah mengirimkan surat kepada pihak perusahaan PT PUS dengan tembusan sejumlah instansi terkait agar persoalan tersebut untuk dapat ditindak lanjuti dan disikapi. Hal tersebut berdasarkan surat No DSS/XII/ 2019 tanggal 17 Desember 2019.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sungai Samak berinisial AI mengatakan, masyarakat merasa khawatir limbah sawit tersebut akan merusak ekosistem habitat perairan sekitar, apalagi pencermaran tersebut sudah berlangsung cukup lama.

“Jangankan ikan, rumputpun sampai mati karena limbah tersebut. Masalahnya sebagian mata pencarian masyarakat merupakan Nelayan. Masyarakat sebenarnya tidak anti investasi tetapi tolong masyarakat jangan dirugikan,” katanya kepada Belitong Ekspres Selasa (18/2) kemarin.

Dikatakannya, selain mencemari lingkungan dan ekosistem perairan, limbah tersebut juga menimbulkan aroma dan bau busuk. Jika hal ini di biarkan tentu akan memberikan dampak yang lebih luas. Masyarakat juga mempertayakan terkait IPAL dan izin UKL-UPL perusahaan lantaran limbah tersebut sampai dibuang ke aliran sungai.

“Kita tahu limbah harus sesuai standar baku mutunya. Persoalan ini juga sudah pernah kita sampaikan saat reses anggota DPRD di Kecamatan Badau. Masyarakat berharap agar persolan ini ditindak lanjuti dan tidak ada lagi pencermaran lingkungan,” harapnya.

Terkait kabar tersebut, wartawan beberapa kali mencoba mengkonfirmasi Manager Perusahan PT. Pratama Unggul Sejahtera (PUS) Eko melalui WhatsApp di Nomor 0853 8757 xxxx namun tidak ada respon dan jawaban. (rez)

Editor: Yudiansyah