Masyarakat Tegas Tolak Rencana Pengalihan Jalan Tanjung Tinggi

Masyarakat membentangkan spanduk berisi tandatangan penolakan terhadap pengalihan jalan umum di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Minggu (27/1) kemarin.

*Kecewa, PT Ranati Tak Pernah Sosialisasi?

iklan swissbell

belitongekspres.co.id, SIJUK – Masyarakat Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, menyatakan sikap penolakan terhadap rencana pengalihan Jalan Umum oleh pemerintah demi kepentingan pihak PT Ranati, Minggu (27/1) kemarin.

Pernyataan sikap tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan di atas baleho dan kain putih yang terpasang di jalan raya pinggir Pantai Tinggi Desa Tanjung Tinggi.

Penandatanganan di atas kain sepanjang 30 meter itu, tidak hanya dilakukan oleh warga dan tokoh masyarakat desa setempat saja. Tetapi juga dilakukan warga luar Desa Tanjung Tinggi, termasuk dari sejumlah pelaku pariwisata di Negeri Laskar Pelangi.

Koordinator aksi pernyataan Yudi mengatakan, masyarakat Desa Tanjung Tinggi tegas menolak adanya rencana pengalihan atau pemindahan Jalan Umum, setelah melihat masterplan yang dikeluarkan oleh pihak pengembang.

Pasalnya, masyarakat desa setempat dan Belitung pada umumnya akan dirugikan bila master plan itu direalisasikan. Sebab, pantai di Desa Tanjung Tinggi nanti tidak bisa dinikmati seperti sekarang, apabila pantai itu dijadikan sebagai private area.

“Pernyataan sikap menolak ini berdasarkan hasil musyawarah bersama antara masyarakat, BPD dan Pemerintah Desa Tanjung Tinggi, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu,” kata Yudi kepada awak media.

Baca Juga:  Jika Kampanye Hitam atau Serangan Fajar, Bawaslu Bakal Pidanakan Caleg

Menurutnya, jika pengalihan ruas jalan umum tersebut dilakukan, tentunya akan berdampak pada perekonomiam masyarakat. Selain itu, masyarakat tidak akan lagi bebas lagi untuk mengunjungi dan mengais rejeki di Pantai Laskar Pelangi tersebut.

“Kami sebagai warga tidak pernah dilibatkan. Oleh sebab itu, kami berharap Pemerintah Daerah dan DPRD Belitung untuk tanggap dan menyikapi persoalan ini,” pintanya.

Apa yang mereka lakukan merupakan tonggal awal perjuangan masyarakat untuk mempertahankan pantai di Desa Tanjung Tinggi, agar tidak dikuasai pengembang. Jika aksi ini tidak digubris, mereka mengancam akan melakukan aksi serupa di DPRD dan Kantor Bupati Belitung.

“Aksi ini sebagai tonggak awal perjuangan kita (masyarakat Desa Tanjung Tinggi dan masyarakat pada umumnya). Bila tidak ada respon dari pemerintah daerah, maka kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung aksi ini,” tegas Yudi.

Senada disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Keciput Sarpan. Dirinya dan dan masyarakat Desa Keciput juga merasa sangat keberatan dengan adanya pemindahan arus jalan Raya Tanjung Tinggi tersebut.

“Kami merasa akan kehilangan akses dan kebanggaan sebagai masyarakat Belitung. Terkait aksi pada hari ini, kita juga akan meneruskan sikap masyarakat Tanjung Tinggi. Dan kami juga berkomitmen menolak jalan itu dipindahkan atau dialihkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Festival Titik Temu Belitung Mengusung Konsep Berbeda

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Tinggi Sudarmo mengatakan, aksi penolakan pengalihan Jalan Raya Tanjung Tinggi ini murni aspirasi dari masyarakat dan sudah berdasarkan hasil keputusan musyawarah bersama. Menurutnya, PT Ranati yang memiliki kepentingan atas pengalihan jalan itu, sebelumnya tidak melakukan sosialisasi.

“Selama ini kami masyarakat tidak pernah dikoordinasikan, tidak pernah disosialisasikan, dan tidak pernah koordinasi dengan pemerintah desa, dari pada rencana mereka (PT Ranati) tersebut,” ujar Sudarno.

Oleh karena itu, lanjut Sudarmo masyarakat merasa sangat kecewa lantaran tidak adanya koordinasi maupun sosialisasi kepada masyarakat terkait pengalihan jalan umum tersebut.

“Selain itu, banyak juga aset masyarakat yang tidak terakomodir. Seperti perkuburan umum, rawa-rawa dan sungai yang dikelola masyarakat kami,” tukasnya.

Sebagai tindaklanjut dari penolakan warga ini, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Tinggi akan menyampaikan surat kepada pihak Kecamatan, Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Belitung, untuk menyikapi persoalan itu.

“Besok (Hari ini,red) kita akan kirimkan surat kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Belitung berkaitan aspirasi dan penolakan oleh masyarakat terhadap pengalihan Jalan Raya Tanjung Tinggi ini,” pungkasnya.

Belitong Ekspres berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada pihak pengembang PT Ranati terkait tanggapan aksi penolakan pengalihan jalan. Namun, hingga berita ini diturunkan upaya yang dilakukan wartawan tidak membuahkan hasil. (rez)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply