May Day Jalin Harmonisasi Pengusaha dan Pekerja

by -

Oleh: Drs. HAZIARTO*

Kabupaten Belitung memiliki luas wilayah + 2.293,69 km, jumlah penduduk 172.272 jiwa. Terdiri dari 88.453 laki-laki, dan 83,818 perempuan. Jumlah penduduk usia kerja sampai akhir 2014 mencapai 118.458 jiwa yang terdiri dari laki-laki 61.362 orang dan perempuan 57.100 orang.

Lantas, secara administratif terdiri atas 5 Kecamatan, 42 Desa dan 7 kelurahan. Mata pencarian peduduk terbesar pada sektor pertambangan timah. Mineral timah tersebut sudah digali sejak ratusan tahun yang lalu dan tentunya keberadaan timah semakin berkurang dan sulit didapatkan.

Budaya kerja masyarakat sudah menyatu dengan keberadaan sektor tambang timah tersebut. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan untuk mencari kehidupan di sektor lain. Sementara, masyarakat tidak mempunyai ketrampilan selain di sektor tersebut. Kondisi ini diperparah dengan lapangan pekerjaan yang tersedia sangat terbatas (terdaftar kurang lebih 270 perusahaan besar dan kecil).

Dilihat dari jumlah penduduk usia kerja yang ada, tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, hal tersebut tentu dapat meningkatkan jumlah penganguran. Masuknya investor menambah persaingan dunia usaha semakin kompetitif, bahkan memungkinkan terabaikan hak dan perlindungan bagi tenaga kerja.

Pada sisi lain, Kabupaten Belitung pada saat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik nasional maupun internasional. Hal ini terjadi sejak booming-nya film Laskar Pelangi yang membawa berkah bagi Belitong yang diangkat dari sebuah novel tetriologi Andrea Herata-Pemuda asal Belitong yang pernah mengenyam pendidikan di Sorbonne Prancis. Dan kemudian membuat Belitong jadi dikenal sebagai daerah wisata. Apalagi setelah Belitong ditetapkan oleh Menteri Pariwisata sebagai daerah destinasi wisata di Indonesia, tentunya setelah banyak kunjungan wisata. Dampaknya, kepariwisataan berkembang dengan pesat.

Dapat terlihat dari data arus kunjungan wisata(2009) berjumlah 42.233 wisatawan pada lima tahun kemudian (2013) meningkat menjadi 131.542 wisatawan. Demikian juga dengan tingkat pertumbuhan perhotelan (2009) baru ada 18 hotel pada tahun (2013) meningkat menjadi 34 hotel. Selain itu, sejumlah usaha terkait, seperti travel wisata, kuliner dan tukang ojek juga tumbuh subur.

Dalam hal inipun tentu memunculkan kekuatan dan peluang yang menarik bagi dunia usaha dan tenaga kerja. Namun, di sisi lain dapat juga menjadi faktor ancaman dan kendala bagi tenaga kerja. Khususnya tenaga kerja tidak mempunyai ketrampilan, tidak memiliki kompetensi untuk dapat bersaing dalam dunia usaha dari pertumbuhan dan perkembangan wisata tersebut.

Beikut Data Jumlah penduduk yang bekerja dan persentase pengangguran.

Tahun2011201220132014
Jumlah penduduk

Jumlah penduduk yang bekerja

Jumlah angkatan kerja

Jumlah pengangguran (%)

162.328

115.053

73.248

2,97

167.652

119.211

80.855

1,76

168.240

123.535

3.768

2,59

172.272

128.945

76.297

 

ü  Jumlah penduduk yang bekerja menunjukan kondisi yang variatif dan berfluktasi ± 2,82 %

ü  Rata-rata pertumbuhan angkatan kerja 2,86 %

 

Dengan banyaknya jumlah tenaga kerja pengangguran, maka perlu ada terobosan bagi lapangan kerja baru, baik bersifat permanen maupun temporer. Ini penting dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) guna mendukung percepatan laju pembangunan daerah (sesuai dengan MISI 1 RPJMD 2013-2018). Selain itu, untuk mendukung kepariwisataan dalam membuka peluang yang besar untuk pertumbuhan lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja kita yang dari tahun tentu bertambah jumlahnya.

Untuk menyikapi permasalahan di atas, maka perlu penanganan secara cepat dan tepat, sehingga tidak terjadi gejolak sosial di masyarakat. Sebab, kondisi ini dapat berdampak kepada stabilitas keamanan, ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati hari buruh pada setiap tanggal 1 Mei tiap tahun yang dikenal dengan May Day tersebut, menjadikan buruh atau pekerja dan pengusaha sebagai majikan untuk melaksanakan hak maupun kewajibannya agar kondisi hubungan industrial tetap harmonis dan terpelihara baik.

Pada hubungan industrial baik perusahaan maupun pekerja/buruh mempunyai hak yang sama dan sah untuk melindungi hal-hal yang dianggap sebagai kepentingan masing-masing. Itu sesuai dengan tujuan dan kepentingan yang sama yaitu kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan.

Pemerintah dalam urusan ketenagakerjaan mempunyai kewajiban untuk mengajak dan menghimbau kepada seluruh dunia usaha baik sektor formal maupun informal agar tetap terjalin hubungan yang harmonis. Dengan demikian, produktivitas tenaga kerja, produktivitas produksi dapat memberikan kelapangan hidup bagi masyarakat pekerja atau buruh dan masyarakat dunia usaha dapat tumbuh dan berkembang di kabupaten Belitong.

*) Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Belitung.