MDR Didakwa Pasal Berlapis

by -
Suasana sidang pemeriksaan saksi kasus pupuk, yang menjerat terdakwa MDR, Rabu (8/5).
Suasana sidang pemeriksaan saksi kasus pupuk, yang menjerat terdakwa MDR, Rabu (8/5).
Suasana sidang pemeriksaan saksi kasus pupuk, yang menjerat terdakwa MDR, Rabu (8/5).
Suasana sidang pemeriksaan saksi kasus pupuk, yang menjerat terdakwa MDR, Rabu (8/5).

*Polisi Temukan Pupuk Tak Sesuai Kemasan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Owner CV Pusat Pupuk Tani (PPT) MDR didakwa pasal berlapis oleh JPU Kejaksaan Negeri Belitung. Pembacaan dakwaan dilakukan saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu pekan lalu.

Dia didakwa kesatu Primer Pasal 60 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1992, Tentang Sistem Budi Daya Tanaman, Subsider Pasal 62 Ayat 1 Junto Pasal 8 Ayat 1 Huruf A dan E Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Pada Rabu (8/5) kemarin, sidang masih berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi. Ada tiga saksi dihadirkan dalam perkara tersebut. Mereka adalah Jacksen anggota Polda Bangka Belitung, IN dan MI pekerja di tempat MDR.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hj Adriah didamping Hakim Anggota Syaeful Iman dan Andi Bayu Mandala Putera, Jacksen menjelaskan kronologi penangkapan dan pengungkapan kasus yang sempat heboh ini.

Dia juga mengatakan, sebelum penangkapan yang dilaksanakan pada 10 Juli 2018 lalu, pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi pupuk tidak sesuai kemasan.

Para pembeli tidak puas dengan hasil dari pupuk, sehingga membuat masyarakat resah. Setelah mendapat laporan itu, Direkrorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Babel melakukan penyelidikan dan datang langsung ke Tanjungpandan.

Saat itu, dia datang ke lokasi dengan pura-pura sebagai pembeli. Jacksen membeli sejumlah pupuk dengan berbagai merek. Setelah itu, langsung dibawa ke Pangkalpinang untuk dilakukan uji laboraturium.

Hasilnya, isi label pupuk tersebut tidak sesuai dengan kemasan. Hingga akhirnya dilakukan penggerebekan. Dari pengakuan para pekerja, puluhan ton pupuk tersebut milik MDR. Setelah itu, yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan.

“Saat kita grebek kami menemukan puluhan ton pupuk tersebut yang disimpan di dua lokasi. Yakni di kantornya dan gudangnya yang ada di Tanjungpandan,” ujar Jacksen di hadapan majelis hakim.

Dia menambahkan, usai mengamankan barang bukti, jajarannya juga memeriksa kelengkapan dokumen. Katanya, untuk masalah perizinan sudah lengkap. Yakni dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Sementara itu, dari pengakuan IN dia tak mengetahui isi dari kemasan pupuk itu. Menurutnya, ia hanya melayani para pembeli. Setelah itu membuat laporan pemasukan dan pengeluaran.

IN mengakui pada tanggal 10 Juli 2018 ada sejumlah anggota polisi mendatangi kantornya. Setelah itu, dia diintrogasi dan dinyata darimana pupuk tersebut berasal. “Pupuk itu berasal dari Gresik Jawa Timur,” kata IN diiyakan MI.

Menanggapi hal itu, MDR membenarkan pengakuan ketiganya. Termasuk kedua anak buahnya. Namun, dia membantah pernyataan Jacksen mengenai adanya keresahan dilingkungan masyarakat. “Tidak ada masyarakat yang resah,” ujar MDR.

Persidangan sempat ditunda beberapa jam. Sebab, saksi ahli yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Belitung tidak hadir. Hingga akhirnya majelis hakim memutuskan, untuk menunda hingga pekan depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dirkrimsus Polda Babel melakukan pengerebekan di Gudang Pupuk CV PPT yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungpandan, bulan Juli tahun 2018 lalu.

Dalam penggerebekan ini, polisi mengamankan sebanyak 83,2 ton lantaran diduga tidak sesuai label kemasan. Dan diduga puluhan ton pupuk berbagai merek ini juga tak sesuai dengan standar. (kin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *