MEA 2016, Tak Boleh Lengah

by -

*Warga Vietnam Belajar Bahasa Indonesia, Filipina Belajar Sunda

TANJUNGPANDAN-Direktur Kerjasama Ekonomi Asean, Kementerian Luar Negeri RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi memberikan kuliah umum  tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 di Gedung Serba Guna Pemda, Kamis (27/8) kemarin.  Ia mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir kalah bersaing  pada MEA 2016 mendatang.
“Mau tidak mau MEA 2015 segera berlaku 1 Januari 2016 mendatang. Masyarakat  harus siap menghadapi arus pasar bebas. Kita harus mempunyai strategi yang jitu untuk meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan,” ujarnya dalam kegiatan Seminar MEA 2015 dengan tema, “ Peluang Menarik Investasi ke Indonesia, Khususnya di Sektor Infrastruktur Konektivitas dan Pariwisata Belitung.”

Namun demikian, Hagniningtyas mengingatkan, masyarakat Indonesia tetap tidak boleh lengah. Misalnya di Vietnam, siswa setingkat SMP di sana sudah bisa menggunakan Bahasa Indonesia. “Ketika saya ke Vietnam. Saya ditegur orang  dengan bersandal jepit.  Saya kira orang Indonesia, rupanya orang lokal,” tukasnya.

Artinya, lanjut  dia,  melihat hal ini, negara-negara ASEAN sudah melirik pasar Indonesia. Bahkan, informasi terbaru orang Filipina belajar Bahasa Sunda.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belitung Sahani Saleh, mengatakan,  menghadapi MEA 2015, Belitung masih disibukkan dengan persoalan untuk pengadaan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, air bersih, dan yang berkaitan dengan ekonomi.

“Sekarang bagaimana mengoptimalisasi infrastruktur, apalagi yang untuk ekonomi. Kalau ini sudah terpenuhi akan tumbuh produk kreatifitas masyarakat,” kata Sanem.

Kata Sanem, Belitung tetap fokus kepada pariwisata, kelautan perikanan dan perkebunan. Melalui sektor itu masyarakat diarahkan untuk maju secara ekonomi dan bisa menciptakan peluang kerja.  “Kita bagaimana menggemakan lada. Perikanan bagaimana meningkatan mutu, dan pariwisata juga begitu melalui souvenir misalnya. Tinggal bagaimana peningkatan sumber daya manusia  untuk mengembangkan potensi agar bisa bersaing,’’ pungkasnya.(ade)