Meigi Terpaksa Nikahi Bunga di Kantor Polisi

by -

*Pernikahan Kali Pertama yang Pernah Didapati di Belitung

fto A. prnikahan di polsek

Foto A. Suasana ikatan janji suci seorang tahanan kasus pencurian bernama Meigi , yang menikahi Bunga di Polsek Tanjungpandan, Sabtu (7/11) akhir pekan lalu.

TANJUNGPANDAN-Menikah di Kantor Urusan Agama (KUA), gedung atau rumah mungkin sudah sering kali ditemui di Belitung. Namun, mengikat janji suci di Kantor Polisi baru pertama kali terjadi di Kota Tanjungpandan, tepatnya di Polsek Tanjungpandan, Sabtu (7/11) akhir pekan lalu.
Hal ini dialami mempelai laki-laki Meigi (22) dan mempelai wanita sebut saja Bunga (17), yang keduanya warga Jangkar Asam Gantung Belitung Timur. Pernikahan terpaksa dilakukan di Polsek Tanjungpandan, lantaran sang suami menjadi tahanan karena terlibat kasus pencurian.

Meski menikah di kantor polisi dan dengan mas kawin uang sebesar Rp 50 ribu, akan tetapi tak melunturkan cinta sejati pasangan sejoli ini. Bahkan, sang mempelai putra dengan lancar mengucap ijab qobul di hadapan wali hakim nikah Ustad Uchu Sibromisli, dan Kapolsek Tanjungpandan Kompol Andi Rahmadi SIK MH yang turut hadir dalam pernikahan ini.

Ustad Uchu Sibromisli mengaku baru pertama kalinya menikahkan kedua mempelai di Kantor Polisi Polsek Tanjungpandan. “Walau nikah di kantor polisi, yang penting sah. Dan kedua pasangan ini, sudah resmi menjadi suami istri,” ujar ustad kondang ini, sambil tersenyum.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpandan Andi Rahmadi SIK HM mengatakan, dirinya tetap menfasilitasi tahanan yang melakukan pernikahan di Polsek. Dan pernikahan di Polsek Tanjungpandan ini, menurutnya baru pertama kali.

“Saya sudah dua kali menikahkan tahanan di kantor polisi. Yang pertama saat saya tugas di Daerah Kalimantan, dan yang kedua di Belitung. Kita dukung apa yang baik bagi kedua mempelai,”ujar Kompol Andi.

Kapolsek Tanjungpandan menjelaskan, mempelai putra merupakan tahanan Polsek Tanjungpandan yang beberapa waktu lalu diamankan polisi. Dia, ditangkap lantaran terbukti melakukan pencurian di toko emas dan konter hp di Tanjungpandan.

“Dari pengakuannya, dia menjual barang tersebut untuk modal nikah. Atas perbuatannya pelaku diancam hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya. (kin)