Melanggar, Plat Merah pun Dijaring

by -

MANGGAR – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) DPPKAD Provinsi Bangka Belitung di Kabupaten Beltim, menggelar razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat untuk tahap kedua.

 

Kegiatan razia yang melibatkan Satlantas Polres Beltim, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Beltim itu bertujuan untuk menertibkan pelanggaran administrasi kendaraan berupa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

 

Razia gabungan tersebut juga dimaksudkan dalam rangka penertiban kendaraan kendaraan yang menunggak pajak. Dari pantauan harian ini, Selasa (1/12) kemarin di kawasan lalu lintas Simpang Empat Manggar, tak ada ampun mobil dinas berplat merah pun di razia.

Kebanyakan dari mereka yang terjaring lantaran tidak memiliki surat surat kendaraan serta belum membayar pajak, hingga tidak adanya SIM. Dari razia yang menyasar setiap kendaraan termasuk plat merah yang melintas itu, setidaknya didapatkan ada beberapa kendaraan dinas yang masih menunggak pembayaran pajaknya. Bahkan ada yang sudah habis masa berlakunya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta, ada didapatkan, sopir pengendaranya yang tidak memiliki SIM.

“Yah pak, saya memang belum memiliki SIM. Tadi Saya hanya disuruh kepala dinas untuk mencucikan mobil ini, karena saya tidak tahu akan adanya razia ini, maka saya berangkat,” ungkap Salah seorang sopir yang membawa mobil berplat merah, yang sembari berjanji akan segera melakukan pembuatan SIM.

Sementara itu, Kepala Samsat UPTD Kabupaten Beltim DPPKAD Provinsi Babel, Nurdiansyah ditemui di sela kegiatan razia mengatakan, selain melakukan penertiban PKB dan BBNKB, dalam razia tersebut juga dilakukan penertiban bagi kendaraan dari luar daerah yang beroperasi di Kabupaten Beltim.

Menurutnya, dalam razia kali ini selain menyasar kendaraan plat merah, juga dilakukan terhadap kendaraan pribadi dan angkutan umum.

“Pada kegiatan ini juga kita bukan hanya merazia. Namun juga memberikan himbauan kepada semua pengendara agar segera melengkapi kendaraannya, berupa surat menyurat, tak terkecuali mobil yang berplat merah,” pungkas Pria yang akrab disapa Anca.

 

Karena menurut Anca, kewajiban untuk melengkapi surat menyurat kendaraan bukan hanya untuk masyarakat umum akan tetapi juga kepada kendaraan pejabat yang berplat merah.

 

“Kedisplinan tersebut untuk semuanya, karena bukan hanya warga masyarakat umum yang wajib disiplin berkendara, namun juga bagi semuanya. Dan tak terkecuali para pejabat yang menggunakan kendaraan dinas, plat merah. Jika tak displin, bagaimana dengan yang lainnya,” tutur Anca.

 

Bukan hanya itu lanjut Anca, pihaknya juga setiap melakukan razia selalu menghadirkan kendaraan Samsat yang langsung digunakan untuk melakukan pemutihan STNK dan surat kendaraan lainnya. Lebih serunya lagi, semua kegiatan pemutihan langsung dilakukan di tempat, dan si pemilik kendaraan bisa menunggu dan langsung bisa selesai dengan hitungan waktu yang tak seberapa lama.

Razia dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Bangka Belitung, dan kabupaten Beltim merupakan kegiatan akhir dari semua rangkaian kegiatan dari Provinsi. Diketahui di Kabupaten Beltim, digelar di empat titik Kecamatan yang berbeda, yakni di Kecamatan Kelapa Kampit, Manggar, Gantung dan Simpang Renggiang. Razia digelar selama dua hari sejak Selasa (1/12) hingga Rabu (2/12) kemarin.

Di kecamatan Kelapa Kampit digelar di Desa Buding, yang dilaksanakan Selasa (1/12) pagi kemarin, dan siang harinya dilaksanakan di kawasan lalulintas, Simpang Empat Manggar, Dan untuk besok Rabu (2/12) hari ini akan dilaksanakan di kecamatan Gantung dan juga Simpang Renggiang. (feb)