Melanggar Prokes Covid-19, Kapolres Belitung: Siapapun Ditindak!

by -
Melanggar Prokes Covid-19, Kapolres Belitung: Siapapun Ditindak!
Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyono.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Operasi Yustisi sudah dimulai. Tim Gabungan TNI Polri dan Pemerintah Daerah Belitung akan menggelar operasi bagi siapa yang melanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Seperti tidak memakai masker.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan setengah di seluruh Indonesia. Termasuk di Kabupaten Belitung. “Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama sejak, Senin (14/9) lalu hingga akhir Oktober 2020 mendatang,” kata AKBP Ari Mujiyono kepada Belitong Ekspres, Rabu (16/9).

AKBP Ari menjelaskan, dalam kegiatan ini tim gabungan dari sejumlah instansi pemerintah terlibat. Seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung.

Pada kegiatan operasi nanti, tim gabungan akan menjaring masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, maupun jaga jarak. Bahkan dalam hal ini bagi yang melanggar akan dikenakan hukuman.

“Nanti hukuman yang akan dikenakan berupa denda. Namun masih dibahas berapa denda yang akan dibayarkan. Hukuman bagi yang tidak bisa membayarnya,” kata pria Jebolan AKPOL tahun 2000 ini.

Pria asal Sragen Jawa Tengah ini mengungkapkan, berdasarkan pantauan selama dua hari razia di Belitung, masyarakat tertib dan taat menjaga protokol kesehatan pada pagi hingga siang hari.

“Namun untuk malam hari, masih ditemukan banyak masyarakat yang melanggar. Seperti tidak memakai masker, dan juga banyak bergerombol,” ungkapnya.

AKBP Ari menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Hal itu dilakukan agar Pandemi Covid-19 cepat berlalu. Dan Indonesia khususnya Belitung kembali pulih seperti sebelum adanya virus Corona.

“Operasi Yustisi ini juga bertujuan untuk menekan tingginya angka Covid-19 di Indonesia. Sehingga dengan adanya kegiatan ini angka penyebaran Covid-19 bisa menurun,” pungkas Kapolres Belitung.

Ansori Sepakat Ada Sanksi

Sementara itu, upaya Pemerintah Daerah dalam menerapkan sanksi sosial bagi warga yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 direspon positif oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori.

”Saya ketua DPRD Belitung menyambut baik dan mendukung upaya tersebut. Namun hal tersebut, tentunya terlebih dahulu harus disosialisasikan kepada masyarakat sebagaimana mekanisme yang berlaku,” ujar Ansori kepada Belitong Ekspres Rabu (16/9).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, sanksi sosial ataupun sanksi denda yang diberikan kepada warga yang melanggar prokes tentunya demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat dinilai masih kurang dalam mentaati dan menjalankan protokoler kesehatan terutama di tempat umum. Seperti cafe, warkop dan beberapa tempat lainnya. “Apalagi dalam aktivitas sehari-hari, jauh dari kesadaran seakan Covid-19 ini sudah hilang. Padahal trus mengintai kita di saat protokoler tidak dijalankan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ansori tak henti-henti untuk mengajak masyarakat dalam mentaati dan menjalankan protokol kesehatan. “Semua ini untuk mengajak masyarakat agar lebih sadar akan bahaya Covid-19 dan penerapan sangsi tersebut tentu untuk kebaikan kita bersama demi Belitung yang kita cintai ini,” tutup Ansori. (kin/rez)