Melawan dan Berusaha Kabur, Pembunuh Arifin Didor Polisi!

by -
Melawan dan Berusaha Kabur, Pembunuh Aripin Didor Polisi!
Tersangka Santo saat tiba di Mapolres Belitung.

belitongekspres.co.id, BADAU – Pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang menewaskan, Arifin (56) warga Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, akhirnya berhasil ditangkap.

Tim Polres Belitung meringkus tersangka di Bagan Kapal Nelayan yang berada Pelabuhan Tanjung RU, Desa Pegantungan, Badau, Sabtu (30/1) dini hari.

Saat ini, pelaku yang diketahui bernama Santo (26/1) warga Jawa, Desa Cerucuk tersebut, sudah diamankan di Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Polres Belitung yang terdiri dari beberapa Polsek. Seperti Tanjungpandan, Badau dan Selat Nasik,” kata Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana kepada Belitong Ekspres.

Pria jebolan AKPOL 2012 ini menjelaskan, kronologis penangkapan bermula dari informasi masyarakat. Saat itu, ada yang mengetahui pelaku menjual motor hasil curiannya, kepada seseorang. Lalu polisi melakukan penyelidikan.

Seperti mencocokkan motor yang telah dijual dengan kendaraan korban yang hilang. Setelah dicek, ternyata benar motor itu adalah milik Aripin. Usai mendapat petunjuk, polisi langsung melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Saat itu kita mendapatkan informasi keberadaan pelaku di kawasan Desa Pegantungan, yakni di salah satu bagan kapal milik nelayan,” jelas AKP Chandra

Mendapat informasi tersebut, mereka langsung menuju ke lokasi. Setiba di tempat kejadian perkara, polisi yang berpakaian preman ini masuk ke bagan kapal tempat dia beristirahat.

Ketika itu pelaku dalam kondisi tidur. Namun, pada saat hendak ditangkap, Santo melalukan perlawanan dan berusaha kabur. Polisi kemudian memberikan tembakan peringatan, tapi tak digubris.

Akhirnya polisi memberikan tindakan tegas dan terukur. Yakni menghadiahi dua kaki Santo dengan timah panas. Tujuannya agar pelaku tidak melakukan perlawanan.

“Setelah itu, kita bawa pelaku ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang AKP Chandra yang hobi olahraga bersepeda ini.

“Dia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran faktor ekonomi. Serta memiliki keinginan untuk menguasai kendaraan milik korban,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya seorang pria bernama Arifin (56) ditemukan tewas bersimbah darah di Gubuk yang berada di Jalan Jawa kawasan Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Jumat (29/1) siang.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh cucunya bernama Winda (13). Saat itu sekitar pukul 12.00 WIB, dia hendak ke rumah kakeknya. Yakni untuk mengantar Bantuan Langsung Tunai, dari pemerintah.

Setiba di lokasi, wanita ini membuka pintu. Lalu dia terkejut melihat Arifin sudah tergeletak bersimbahan darah di bagian kepalanya. Melihat hal itu, dia lalu melaporkan kepada ibunya.

Setelah itu, dia juga memberitahukan ke warga setempat. Hingga akhirnya masyarakat menginformasikan kasus ini ke jajaran Polres Belitung dan Polsek Badau.
(kin)