MEMBUDAYAKAN LITERASI SAINS DI SMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF ( MPI )

by -

Oleh: ILFA, S.T*
(Guru Kimis SMA Negeri 2 Tanjungpandan)

Literasi  yang dalam bahasa Inggrisnya literacy dan dalam bahasa Latin adalah littera ( huruf ) berarti kemampuan membaca, menulis, dan  berbicara. Menurut Kern ( 2000) ada 7   ( tujuh ) prinsip literasi yaitu  Literasi melibatkan interpretasi, literasi melibatkan kolaborasi, literasi melibatkan konvensi, literasi melibatkan pengetahuan kultural, literasi melibatkan pemecahan masalah, literasi melibatkan refleksi dan refleksi diri, dan literasi melibatkan penggunaan bahasa. Literasi Sains adalah salah satu dari tiga literasi yang diukur dalam PISA  selain literasi membaca, dan literasi matematika. PISA ( Programme for International Student Assesment ) merupakan program yang dimunculkan OECD ( Organisation for Economic Cooperation and Development ) untuk menilai kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan mereka untuk menyelesaikan masalah konstetual yang terjadi sehari-hari dalam tiga doimain literasi yaitu membaca, matematika, dan sains. Membaca merupakan factor yang terpenting yang mempengaruhi literasi sains.

Dari sumber ( http://www.pisa.turn.de/en/home/) konsep literasi yang digunakan PISA adalah menilai para siswa yang berumur 15 tahun yang seharusnya dapat mengaplikasikan kompetensi yang mereka telah pelajarai di sekolah dalam tugas autentik yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.Dalam pembelajaran, peserta didik  perlu diberi bekal ranah pengetahuan tentang sains, sehingga bisa menyelesaikan masalah –masalah dan tugas-tugas dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sains dan teknologi yang pada akhirnya menumbuhkan sikap dan respon peserta didik untuk menyelesaikan masalah sains.

Pembelajaran yang berlangsung di kelas sebagian besar masih menggunakan metode klasik yaitu pembelajaran yang berpusat pada pendidik.  Peserta didik  jarang sekali dilibatkan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan kebanyakan ceramah yang korelasi positifnya terhadap kemampuan sains dan motivasi belajar peserta didik sangat kecil. Sehingga munculah istilah-istilah “ Kimia Sastra” atau “ Fisika sastra” dimana peserta didik  hanya dijejali dengan rumus-rumus dan teori-teori saja tanpa melalui proses inquiry, problem solving,  ataupun problem based learning dalam pembelajaran sehari-hari.

Berdasarkan pengalaman pendidik mengajar  di bidang sains, nilai rata-rata ulangan peserta didik masih jauh dari harapan, alias masih jauh dari KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) yang ditetapkan sekolah. Soal-soal sains yang dikerjakan sebagian besar peserta didik  masih pada sebatas tingkatan berfikir C1 ( mengingat ) dan  C2 ( memahami ) atau yang biasa disebut LOTS ( Low Order Thinking Skill ) sehingga pembelajaran sains pada faktanya belum mampu memotivasi rasa ingin tahu  dan belum memicu peserta didik untuk berfikir kritis sehingga belum bisa memecahkan masalah dalam kehidupan sehar-hari.

Mengatasi hal tersebut, maka perlu model pembelajaran yang bisa merangsang rasa ingin tahu, minat, dan membangkitkan rasa kritis pada sains dalam diri peserta didik. Pendidik harus peka dengan masalah-masalah / kesulitan peserta didik dalam menerima materi yang diajarkannya. Oleh karena itu pendidik dituntut harus mampu membuat pembeajaran sains lebih menarik dan menantang dengan menggunakan model pembelajaran yang disenanangi oleh peserta didikdan tentu saja berpusat pada peseta didik atau yang sering disebut dengan MPI ( Model Pembelajaran Interaktif ). MPI sangat besar korelasi positifnya pada pemahaman siswa. MPI yang banyak dikembangkan sekarang adalah yang berbasiskan teknologi computer/internet  seperti  kelas maya, blog, lectora, animasi drawing, digital book, komik digital, ataupun game edukasi. Tentu saja untuk bisa menguasai pembuatan media pembelajaran tersebut seorang guru harus melek IT ( Information Tekologi ) yang merupakan tuntutan pembelajaran abad 21. Model-model,pembelajaran ini melibatkan seluruh kemampuan siswa. Dengan memberikan soal-soal latihan yang bersifat HOTS ( High Order Thinking Skill ) membuat peserta didik dituntut untuk berfikir kiritis karena soal-soal yang dikerjakan dalam ranah tingkatan C4 sd C6 ( menganalisa , dstnya ). Peserta didik bisa mandiri dalam belajara dikarenakan watu yang tak terbatas / fleksibel. Pendidik bisa memasukkan materi yang akan diajarakan keesokan harinya, sehingga siswa punya persiapan terlebih dahulu sebelum megikuti pembelajaran hari berikutnya. Didalam model-model pembelajaran tersebut pendidik bisa memasukkan materi-materi, video pembelajaran, soal-soal latihan bisa off line ataupun on line yang menantang peserta didik untuk meneyelesaikannya.

Edmodo yang merupakan salah satu contoh kelas maya atau kelas digital selain quipper, schoology dan yang lainnya  yang dapat diakses langsung dari internet dengan alamat ( www.edmodo.com ) merupakan media social online yang dirancang bagi pendidik dan peserta didik sebagai media pembelajaran interaktif. Edmodo bisa diakses melalui smartphone ataupun computer. Edmodo menyediakan jaka pendapat ( polling ) terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan pendidik, forum diskusi, kuis online, kode akses untuk orangtua sehingga orangtua bisa mengetahui perkembangan anaknya disekolah, berbagi konten, dan kode akses siswa yang berubah setiap 2 minggu mencegah oranglain yang tidak diundang untuk bergabung.

Model pembelajaran ini sudah penulis terapkan di SMA Negeri 2 Tanjungpandan dan berdasarkan pengalaman penulis, dari hasil wawancara dengan siswa , mereka sangat senang karena mereka terlibat pada pembuatan media pembelajaran interaktif tersebut, dan peserta didik menagih lagi soal-soal lainnya. Sehingga ini merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. *

PROFIL BIODATA PENULIS
ILFA, S.T lahir di Manggar, 02 Agustus 1976. Saat ini beliau mengajar mata pelajaran kimia di SMA Negeri 2 Tanjungpandan sejak tahun 2010. Organisasi yang diikuti penulis adalah AGKI ( Asosiasi Guru Kimia Indonesia ) Pusat sebagai bendahara, dan AGUPENA BABEL sebagai Ketua Divisi Karya Tulis Ilmiah dan Penelitian. Prestasi yang pernah dicapai yaitu Juara II OGN Kimia se-Kab Belitung Tahun 2013, Juara III OGN Kimia se-Kab Belitung Tahun 2014, Juara II Guru Berprestasi Tk. SMA se-Kab Belitung Tahun 2014, Nominator FKI GTK PPPPTK IPA Tahun 2014, Juara I FIG Tk. SMA Tk Prov Kep BABEL Tahun 2014, Juara II FIG Mapel Kimia
Tk. SMA se –Kab Belitung Tahun 2015,dan Juara III OGN Kimia se-Kab Belitung Tahun 2016. Kontak yang bisa dihubungi nomor handphone 08117105204 ( WA ) / 085268379150 dan surel di : ilfa2876@gmail.com