Mendadak Viral, Junaidi Heran Hasil Swab PCR Belitung dan Provinsi Beda

by -
Mendadak Viral, Junaidi Heran Hasil Swab PCR Belitung dan Provinsi Berbeda
Ilustrasi pengambilan sampel swab tenggorokan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Hasil tes swab anggota DPRD Kabupaten Belitung, Junaidi Derani (55) mendadak viral di media sosial Facebook dan WhatsApp Grup –khususnya di Kabupaten Belitung–. Bagaimana tidak, hasil tes swab PCR di Laboratorium Biomedis RSUD dr. H. Marsidi Judono positif. Sehingga ia dijemput di salah satu hotel saat tiba di Pangkalpinang.

Berselasa dua hari, Selasa (4/8), hasil swab Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Babel menyatakan anggota DPRD Belitung tersebut negatif Covid-19.

Tak pelak, perbedaan hasil swab yang dikeluarkan tersebut menuai sorotan dan perbincangan hangat masyarakat Kabupaten Belitung. Mereka mempertanyakan ada apa dengan mesin (peralatan) PCR untuk memastikan seseorang negatif atau positif terpapar virus tersebut.

“Ade ape y dgn mesin PCR? Yg salah mesin PCR RS Marsidi Judono atau RS Provinsi, lalu siapa yg bertanggung jawab atas hasil Swab saudara Junder (Junaidi Derani) di Rs Marsidi Judono?,” tulis salah seorang masyarakat Belitung di branda akun Facebook-nya, Selasa (4/8).

Sayangnya, Direktur RSUD dr. H. Marsidi Judono dr. Hendra SpAn tidak mau menanggapi perbedaan kedua hasil tes swab itu. Malah dokter Hendra menyebut pihak Dinkes Provinsi Babel yang akan memberikan penjelasan. “Kadinkes provinsi yang akan jelaskan Pak,” kata dr Hendra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatApps tadi malam.

Sementara itu, Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa yang dihubungi Belitong Ekspres tadi malam menyatakan, untuk penjelasan secara medis soal perbedaan hasil itu akan ada penjelasan resmi dari Kadinkes Babel hari ini (5/8).

Hanya saja menurut Mikron, memang sudah ada jedah waktu antara tes swab Junaidi di Belitung dengan tes swab saat di Provinsi ketika ia sudah tiba Pangkalpinang. ”Besok (hari ini.red) akan ada penjelasan dari pihak medis soal itu,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Junaidi Derani sendiri yang menjadi subjek berita ini menyatakan, tidak perlu malu kalau terpapar atau terinfeksi virus Covid-19. Sebab, hal tersebut bukan sebuah aib yang harus ditutup-tutupi.

Hanya saja, politisi Partai Hanura tersebut merasa heran dan tidak habis pikir dengan hasil swab yang menyatakan dirinya positif terpapar Covid-19. Karena, hasil uji swab di UPTD Balai Labkes Provinsi Babel hasilnya negatif.

Junaidi menceritakan, sebelum berangkat untuk menjalan tugas keluar daerah, dia sempat melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Lantas, karena merasa yakin dalam kondisi sehat, kemudian ia melakukan rapid test di salah satu rumah sakit (RS), dan hasilnya non reaktif.

“Saya yakin kondisi saya sehat dan baik-baik saja, maka saya melakukan rapid test ulang dan hasil non reaktif dan itu menjadi dasar untuk melakukan kunjungan kerja,” katanya saat dihubungi Belitong Ekspres, Selasa (4/8) kemarin.

Dia melanjutkan, berbekal surat rapid test tersebut, kemudian dirinya berangkat tugas keluar daerah. Namun setibanya di Pulau Bangka tepatnya pada Minggu sore hari dirinya dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 lantaran terkonfirmasi positif Covid-19. “Tetapi setelah dilakukan swab ulang di UPTD Balai Labkes Provinsi Babel hasilnya negatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori menyatakan, untuk saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Tm Gugus Tugas Provinsi Babel terkait hasil swab negatif salah satu anggota DPRD Belitung itu. “Alhamdulilah kawan kami dalam keadaan sangat sehat dan saat ini kita fokus untuk pemulangannya,” katanya saat dikonfirmasi Belitong Ekspres.

“Kita lihat sendiri hasil swabnya sudah keluar, terjadi perbedaan hasil swab itu. Nanti kita lihat perkembangan yang jelas kami anggota DPRD akan terus berkoordinasi dengan tim gugus yang menangani masalah ini,” pungkas Ansori. (rez/red)