Menteri Dukung KEK Pariwisata

by -

*Meski Ada Catatan, Tahun Depan Bangun Pelabuhan Yacht
TANJUNGPANDAN-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Kabupaten Belitung saat ini biss menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Namun demikian Menteri mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperbaiki agar mampu menarik wisatawan local/domestik dan mancanegara.
“Yakni persyaratan, pembangunan, attractiveness dan committed untuk membangun,’’ ujar Arief kepada sejumlah wartawan usai Rakernas Ikatan Alumni ITB di Hotel Aston Belitung, Sabtu (14/3) lalu.
Kata Manteri, menurut Gubernur Bangka Belitung dan Bupati Belitung, sudah ada yang siap untuk membangun di Belitung. Namun, kata Arif, Belitung masih tetap membutuhkan waktu untuk menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata. “Dan yang harus di ingat, ketika ditetapkan sebagai KEK dalam jangka waktu tiga tahun harus sudah siap,’’ tegasnya.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah juga telah membantu daya listrik di Belitung dengan menambah pembangkit berkapasitas 32 MW yang sedang dalam tahap uji coba. Diperkirakan dalam dua bulan dapat segera beroperasi.
Disisi lain, ia menyebut bahwa Menko Perekonomian meminta adanya 10 kawasan KEK yang berfokus dalam bidang tertentu.  “Saya memang diminta oleh Menko Perekonomian untuk menetapkan sepuluh tempat dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus. Namun, sekarang baru ada tiga tempat. Dan, saya pribadi sepakat bahwa salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata adalah Belitung,’’  tandasnya.
Lantas, Menteri juga menyatakan Pelabuhan Yacht Tanjung Kelayang segera dibangun tahun depan.  Menurut Pariwisata, pelabuhan yacht pada tahun 2016 mendatang untuk mendukung pelaksanaan Sail Karimata 2016. “Akan dibangun titik labuh untuk yacht di Tanjungkalayang ini,’’ ujar Arif saat berkunjung bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sabtu (14/3).
Dikatakannya, dengan dibangunnya titik labuh tersebut, dia berharap ada peningkatan kedatangan yacht ke Belitung dari tujuh ratus lima puluh yacht pada tahun 2014 menjadi empat ribu yacht di tahun 2019. “Kalau itu (Pelabuhan yacht,red) sudah di bangun, saya berharap ada peningkatan di tahun mendatang. Sebab menurutnya, pelabuhan selain untuk pariwisata, juga bisa untuk logistik,’’ jelasnya.
Menteri Pariwisata juga sempat menyoal bandara internasional dan pasokan energi di Belitung. Orang akan beriwisata kalau jarak dan waktunya pendek serta biayanya murah. Dan bahkan negara Singpura, Malaysia dan China sudah mulai mengelola sektor pariwiasta ini.(mg2)